Update Pesawat ATR Jatuh di Pangkep, SAR Kepung Bulusaraung Cari 8 Korban

Update Pesawat ATR Jatuh di Pangkep, SAR Kepung Bulusaraung Cari 8 Korban

Berita Utama | inews | Rabu, 21 Januari 2026 - 15:06
share

MAKASSAR, iNews.id – Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen Pol (Purn) Suntana meminta tim SAR gabungan mempercepat pencarian delapan korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. 

Hal itu diungkapkan wamenhub di Kantor Basarnas Makassar kawasan Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). 

Kedatangan Wamenhub untuk mengevaluasi sekaligus menyusun strategi lanjutan guna menemukan delapan korban yang masih hilang dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung.

Dalam rapat koordinasi bersama Tim SAR Gabungan, BMKG, dan stakeholder terkait, Suntana menekankan percepatan evakuasi di tengah medan ekstrem Kabupaten Pangkep. "Strategi pencarian kini dipecah menjadi empat zona fokus utama dengan melibatkan ratusan personel gabungan," katanya. 

Tim Lampeso yang terdiri atas 37 personel melanjutkan penyisiran intensif di wilayah perbukitan Kampung Lampeso. Tim 1 dan 2 fokus menyisir area sekitar ekor pesawat. Lokasi ini menjadi titik krusial untuk menemukan kotak hitam (black box) serta korban yang diduga terjebak di sekitar puing ekor.

Sedangkan Tim 3 dengan 75 personel bertugas mendaki dari Posko Induk Tompobulu menuju puncak Gunung Bulusaraung dengan membawa peralatan vertical rescue dan logistik tambahan. "Untuk Tim 4 bertugas nenyisir area sepanjang aliran air terjun, titik di mana mesin pesawat sebelumnya ditemukan," katanya. 

Selain jalur darat, pemerintah menyiapkan operasi udara secara masif. Sebanyak tiga unit helikopter milik TNI, Polri, dan Basarnas telah disiagakan.

"Kondisi cuaca menjadi perhatian utama kami, terutama untuk pengiriman logistik dan alat penyelamatan vertikal dari Lanud Sultan Hasanuddin ke puncak gunung," ujar Komjen Pol (Purn) Suntana dalam arahannya.

Usai rapat tersebut, Wamenhub beserta rombongan langsung bergerak menuju Posko Induk Tompobulu di Pangkep untuk memantau langsung pergerakan tim di lapangan.

Hingga hari ini, dari total 10 orang kru dan penumpang yang berada di dalam pesawat ATR 42-500 tersebut, baru dua orang yang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR berpacu dengan waktu dan cuaca yang tidak menentu untuk menemukan delapan korban lainnya.

Proses identifikasi terhadap dua korban yang telah ditemukan sebelumnya masih terus berjalan di RS Bhayangkara Makassar oleh tim DVI Polri.

Topik Menarik