Jelang Putusan KIP Soal Ijazah Jokowi, Bonjowi Ungkap 20 Dokumen yang Diminta ke UGM Tak Satu Pun Diberikan

Jelang Putusan KIP Soal Ijazah Jokowi, Bonjowi Ungkap 20 Dokumen yang Diminta ke UGM Tak Satu Pun Diberikan

Berita Utama | sindonews | Selasa, 10 Maret 2026 - 12:22
share

Komisi Informasi Pusat (KIP) akan memutuskan sengketa informasi dengan nomor perkara 055/X/KIP-PSI/2025. Gugatan ini mempersoalkan dokumen penerbitan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Gugatan ini diajukan oleh Leony Lidya, Lukas Luwarso dan Herman yang tergabung dalam Kelompok Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi). Pemohon menyeret UGM sebagai termohon dalam sengketa informasi publik ini.

Baca juga: Sidang Bonjowi, KIP Periksa KPU hingga Polda Metro Jaya

Sebelum persidangan, salah satu pemohon Lucas Luwarso menyinggung putusan sebelumnya dari KIP yang menyatakan bahwa ijazah Jokowi merupakan informasi publik yang dapat diakses masyarakat. Maka dari itu putusan perkara yang ia ajukan seharusnya bisa merujuk pada putusan KIP sebelumnya.

"Jadi ini seharusnya menjadi yurisprudensi, menjadi preseden bahwa karena permintaan kita di KPU sudah dimenangkan, artinya ijazah Jokowi itu setidaknya salinannya itu adalah dokumen terbuka, publik boleh mengakses. Nah jadi mestinya putusan dengan UGM hari ini tidak boleh bertentangan dengan itu," ujar Lucas kepada wartawan di kantor KIP, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Ia menyinggung sebelumnya sempat mengajukan 20 jenis dokumen kepada UGM terkait ijazah Jokowi. Akan tetapi tak ada satu pun dokumen yang diberikan oleh UGM.

Baca juga: Bonjowi Kecewa Majelis KIP Tolak Hadirkan Jokowi hingga Pratikno

"Nah, tapi yang perlu kita catat adalah yang kita minta ke UGM itu ada 20 jenis dokumen. Dan UGM tidak memberikan satu pun permintaan kita dari 20 itu," ucap dia.

Namun anehnya, UGM justru menyerahkan ratusan dokumen kepada aparat penegak hukum, dalam pengusutan kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.

"Tetapi anehnya UGM menyerahkan 505 dokumen ke kepolisian. Ah, itu catatan penting," ujarnya.

Topik Menarik