Kecelakaan Maut di Majelengka, Keluarga di Karawang Kirim 9 Ambulans Jemput Jenazah
MAJALENGKA, iNews.id - Keluarga korban kecelakaan maut mobil travel masuk jurang di Kabupaten Majelengka, Jawa Barat bergerak cepat dengan mengirim sembilan ambulans untuk menjemput jenazah dan korban luka. Langkah ini dilakukan guna mempercepat proses evakuasi setelah mobil travel yang ditumpangi rombongan keluarga masuk jurang.
Sembilan ambulans dari Rengasdengklok, Kabupaten Karawang diterjunkan menuju sejumlah rumah sakit di wilayah Majalengka. Proses penjemputan difasilitasi Polsek Rengasdengklok yang turut mendampingi keluarga korban.
Para korban kecelakaan sebelumnya telah dievakuasi ke RS Talaga dan Puskesmas Cikijing untuk mendapatkan penanganan medis. Pengiriman ambulans ini bertujuan mempercepat pemulangan korban ke Karawang.
"Ini kami mau ambil korban lakalantas travel masuk jurang di RSUD, semuanya enam orang yang meninggal," ujar sopir amulans, Selasa (24/3/2026).
Diketahui, kecelakaan maut ini terjadi di jalur turunan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam. Mobil travel yang membawa rombongan keluarga terjun ke jurang dan menewaskan enam penumpang.
Rombongan tersebut diketahui berjumlah sekitar 20 orang dan merupakan warga Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Mereka tengah dalam perjalanan arus balik usai mudik dari Tasikmalaya.
Perwakilan keluarga korban, Ari Samsul, mengungkapkan dugaan awal penyebab kecelakaan berdasarkan informasi yang diterimanya.
"Dapat kabar dari anak korban, katanya mobil rem blong dalam perjalanan pulang ke Karawang dari Tasikmalaya lewat Pangandaran lalu dibuangnya ke Majalengka," ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Dia juga menegaskan kondisi kendaraan saat melintasi turunan.
"Pas turunan rem blong, enam orang tewas dengan sopir," ucapnya.
"Ini rombongan keluarga. Ada kakek, menantu, semuanya keluarga dari pulang mudik," katanya lagi.
Dalam kecelakaan maut ini, enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda. Keluarga korban berharap seluruh korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka, dapat segera dipulangkan ke Karawang untuk mendapatkan penanganan lanjutan.









