Bulog Pastikan Penyaluran Beras Program Stabilitasi Harga Pangan Berjalan Sepanjang 2026
IDXChannel—Perum Bulog memastikan penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berlangsung sepanjang 2026. Distribusi ditargetkan mencapai 828.000 ton secara nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan penugasan tersebut mengacu pada surat Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2026.
“Dasar hukum penugasan kami sesuai dengan Perbadan (Peraturan Badan) Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026 yang mana total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus kami salurkan,” kata Rizal, Sabtu (4/4/2026).
Beras akan langsung didistribusikan ke pasar rakyat agar harga tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, penyaluran juga diperluas melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Penyaluran juga dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai instansi lain untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Distribusi juga mencakup outlet binaan pemerintah daerah, koperasi badan usaha milik daerah, koperasi instansi pemerintah, serta Jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang jumlahnya mencapai sekitar 80.000 titik.
Adapun beras SPHP disalurkan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas beras medium sesuai standar pemerintah, yakni tingkat pecahan sekitar 25 persen dan kadar air 14 persen. Bulog juga tengah menyiapkan kemasan 2 kilogram untuk memperluas pilihan konsumen.
Rizal menegaskan, penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan pada 2026 dilakukan sepanjang tahun tanpa jeda, berbeda dengan distribusi pada tahun lalu.
Kebijakan ini diterapkan agar stabilisasi harga pangan lebih konsisten, meski tetap mempertimbangkan kondisi panen agar harga gabah petani tidak tertekan.
“Penyaluran beras program stabilisasi pada 2025 tidak dilakukan sepanjang tahun, terutama saat memasuki masa puncak panen sehingga distribusi sempat dihentikan sementara,” ujarnya.
(Nadya Kurnia)









