Kisah Mencekam Endang, Korban Kecelakaan Kereta yang Terjepit 10 Jam Dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi

Kisah Mencekam Endang, Korban Kecelakaan Kereta yang Terjepit 10 Jam Dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi

Berita Utama | sindonews | Selasa, 28 April 2026 - 13:50
share

Malam mencekam dirasakan Endang Kuswati (40), korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Endang yang berada di gerbong khusus perempuan terjepit selama 10 jam.

Keluarga korban, Iqbal mendapat informasi kakak sepupunya menjadi korban kecelakaan sekitar pukul 22.00 WIB. Dari Jakarta dia langsung bergegas ke Kota Bekasi untuk mengetahui kabar terkini kakak sepupunya itu.

Baca juga: Update Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: 14 Meninggal Dunia, 84 Korban Luka

"Dari jam 10 malam sampai jam 2 pagi kita belum dapat kabar apakah korban (Endang) ada di rumah sakit ataupun ada di dalam gitu. Kita dapat informasi tambahan di jam 2 pagi kalau misalkan korban masih di dalam kereta," ujar Iqbal saat ditemui di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Kakak sepupunya masih di dalam rangkaian kereta ketika melihat dokumentasi dari awak media. Saat itu, kondisi Endang begitu lemas dan dibantu oksigen untuk memulihkan kondisinya. "Jadi aku dapat salah satu foto dari pers bahwa korban masih di kereta dalam kondisi lemas dan sudah pakai oksigen, karena di situ dia posisinya sudah dari jam 9 malam juga terjepit," kata Iqbal.

 

Korban baru bisa dievakuasi dari kereta pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Endang langsung dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Dari jam 9 malam itu baru selesai proses evakuasi sekitar jam 6 sampai jam 7 pagi, itu karena posisi kakak saya agak paling belakang karena menunggu dari yang sebelum-sebelumnya untuk dievakuasi," ucapnya.

Meski dalam kondisi lemas, korban dapat berkomunikasi dengannya. Saat ini tim medis RSUD Kota Bekasi tengah melakukan rontgen untuk mengetahui pasti luka yang dialami korban.

"Untuk kondisi kita sudah bisa diajak ngobrol, misalkan dia kenapa, kejadiannya seperti apa, dia sudah ngejelasin kronologinya juga," ujar Iqbal.

Topik Menarik