Brutal! Serangan Israel Rusak Gereja dan Sekolah Kristen di Lebanon
BEIRUT, iNews.id - Serangan brutal pasukan Israel merusak gereja dan sekolah Kristen di Provinsi Nabatieh, Lebanon, Jumat (29/5/2026). Pasukan Israel terus melanggar gencatan senjata yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terang-terangan.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan, rudal Israel menghantam Gereja Ortodoks Yunani Santo George di Kota Jdeidet Marjeyoun, menyebabkan kerusakan signifikan pada gereja dan bangunan dan sekitarnya.
Rudal Israel lainnya menghantam Sekolah Kristen Suster-Hati Kudus, merusak sebagian bangunan.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam sebelumnya mengatakan, berlanjutnya serangan Israel terhadap beberapa kota di Provinsi Tyre dan Nabatieh merupakan "hukuman kolektif" yang melanggar hukum dan konvensi internasional. Serangan itu menghancurkan banyak tempat ibadah dan bangunan bersejarah.
Israel melanjutkan serangan terhadap Lebanon meski gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April telah diperpanjang selama 45 hari.
Data Kementerian Kesehatan Lebanon mengungkap, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan 3.355 orang.
Eskalasi semakin meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 25 Mei lalu menginstruksikan militer untuk mengintensifkan operasi di Lebanon.
Di lain pihak, kelompok Hizbullah meningkatkan perlawanan terhadap pasukan Zionis, baik yang berada di Lebanon maupun Israel.










