Intimidasi Iran, Trump Sebut Rudal AS Jatuh hanya 60 Km dari Ibu Kota Teheran
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan militermya akan kembali menyerang Iran pada Kamis (11/6/2026) jika negara itu tetap menolak menandatangani kesepakatan damai bersadarkan proposal yang diajukan negosiatornya.
Dikutip dari Fox News, menggunakan kata-kata kasar, Trump memperbarui ancamannya tersebut.
Trump juga mengeklaim, sebanyak 49 rudal Tomahawk digunakan untuk menyerang target di wilayah Iran dalam serangan terbaru pada Rabu (10/6/2026) malam waktu setempat. Beberapa di antaranya jatuh berjarak hanya 64 km dari jantung Ibu Kota Teheran.
"Presiden mengatakan jet tempur AS juga beroperasi di atas langit Iran, menghancurkan sistem radar dan sistem pertahanan udara di sebelah barat daya negara itu, dekat dengan Teluk Persia," demikian laporan Fox News.
Trump lalu mengeklaim, para pejabat tinggi Iran menghubunginya dan meminta AS untuk menghentikan pemboman.
Pernyataan itu langsung dibantah para pejabat senior Iran.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, seorang pejabat membantah keras, memastikan tak ada komunikasi apa pun dengan Trump maupun pejabat AS lainnya saat ini.
Dia menegaskan apa yang terjadi di Iran saat ini hanya fokus membela diri dan mempersiapkan pembalasan yang dahsyat terhadap AS.










