Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
LOS ANGELES, iNews.id - Pesawat pengebom strategis B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS) yang jatuh dan meledak di California Selatan merupakan salah satu pesawat militer paling legendaris yang masih aktif digunakan hingga saat ini.
Pesawat tersebut dikenal dengan julukan unik "The Buff", singkatan dari Big Ugly Fat Fellow atau secara harfiah pria bongsor jelek dan gendut.
Julukan itu muncul karena ukuran badan pesawat yang sangat besar dengan desain khas era Perang Dingin. Meski penampilannya dianggap kurang menarik dibandingkan pesawat tempur modern, B-52 justru menjadi salah satu aset paling penting dalam armada pengebom strategis AS selama lebih dari tujuh dekade.
Pesawat yang jatuh di dekat Pangkalan Udara Edwards, California Selatan, pada Senin (15/6/2026) itu dilaporkan sedang menjalankan misi uji rutin untuk mendukung program modernisasi radar. Setelah lepas landas, pesawat menghantam daratan di Padang Pasir Mojave dan meledak dahsyat, menewaskan delapan orang di dalamnya.
B-52 Stratofortress diproduksi oleh perusahaan Boeing dan pertama kali terbang pada 1952. Pesawat mulai masuk dinas operasional AU AS pada 1955 dan hingga kini masih digunakan karena kemampuan tempurnya yang dinilai relevan.
Dari sisi ukuran, B-52 memiliki panjang sekitar 48,5 meter dengan bentang sayap mencapai 56,4 meter. Bobot maksimum saat lepas landas dapat melampaui 220 ton, menjadikannya salah satu pesawat militer terbesar yang pernah dioperasikan AS.
Pesawat ini ditenagai delapan mesin turbofan yang dipasang berpasangan di bawah sayap. Kombinasi mesin tersebut memungkinkan B-52 terbang dengan kecepatan maksimum sekitar 1.000 km per jam serta menjangkau jarak lebih dari 14.000 km tanpa pengisian bahan bakar di udara.
Keunggulan utama B-52 terletak pada daya angkut persenjataannya. Pesawat ini mampu membawa lebih dari 30 ton bom dan rudal, termasuk senjata konvensional maupun nuklir. Dalam berbagai konflik, B-52 digunakan untuk misi pengeboman jarak jauh, dukungan udara, hingga operasi pencegahan strategis.
Video Viral Chaos Perilisan Audemars Piguet X Swatch di Seluruh Dunia, Thailand Kacau Balau!
Meski dirancang pada era 1950-an, B-52 terus mengalami modernisasi. Sistem radar, avionik, komunikasi, navigasi, dan kemampuan persenjataannya diperbarui secara berkala agar tetap mampu menghadapi tantangan peperangan modern.
Keandalan itulah yang membuat AU AS berencana mempertahankan operasional B-52 hingga setidaknya pertengahan abad ke-21. Dengan usia pakai yang berpotensi menembus 100 tahun sejak pertama kali mengudara, B-52 menjadi salah satu pesawat militer dengan masa dinas terpanjang dalam sejarah penerbangan dunia.









