Speedboat Bawa 3 Polisi Hilang Kontak di Perairan Nabire, Diduga Hanyut Terbawa Arus

Speedboat Bawa 3 Polisi Hilang Kontak di Perairan Nabire, Diduga Hanyut Terbawa Arus

Berita Utama | inews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:21
share

NABIRE, iNews.id - Speedboat yang membawa tiga personel Polres Waropen jajaran Polda Papua hilang kontak di perairan Nabire. Operasi pencarian para korban masih dilakukan tim SAR gabungan.

Informasi dirangkum, speedboat mengalami gangguan di tengah laut dalam perjalanan dari Serui menuju Waropen. Basarnas bersama Sat Polairud yang tergabung dalam tim SAR gabungan kini memperluas area pencarian. Tim menyisir kawasan perairan Pulau Mor, Pulau Mambor hingga perairan Wapoga.

Ketiga polisi yang menjadi korban yakni Bripda Lamek Abon, Bripda Farel Raunsai dan Bripda Melfin Maniani. Mereka berada dalam satu rombongan bersama dua warga sipil, yakni Amsal Yowei selaku pengemudi perahu (motoris) dan Malfin Yowei.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengatakan, informasi mengenai kondisi para penumpang masih terus ditelusuri. Laporan awal menyebutkan speedboat tersebut terbawa arus deras ke arah barat hingga memasuki wilayah perairan Nabire.

Informasi mengenai keberadaan para penumpang sempat beredar di tengah masyarakat. Mereka telah berhasil menyelamatkan diri di bagang sekitar Pulau Mor dan Pulau Mambor, namun kabar tersebut hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Informasi yang beredar belum A1, sehingga kami masih melakukan pencarian dan memastikan kondisi para korban," kata AKBP Samuel Tatiratu dikutip dari iNews Sorong Raya, Rabu (26/8/2026).

Laporan resmi mengenai kejadian tersebut diterima polisi pada Senin, 24 Agustus 2026. Sehari sebelumnya, Minggu (23/8/2026), speedboat 19 berwarna putih bertolak dari Serui sekitar pukul 05.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) dengan membawa lima orang penumpang dewasa.

Sekitar pukul 17.00 WIT, Bripda Lamek Abon sempat menyampaikan pesan darurat melalui grup angkatan (leting) bahwa kapal mereka hanyut terombang-ambing di tengah laut. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar utama dilakukannya koordinasi pencarian terhadap seluruh penumpang.

Sat Polairud Polres Nabire selanjutnya berkoordinasi dengan sejumlah pengelola bagang di sekitar perairan Mor, Mambor, dan Wapoga untuk membantu menemukan keberadaan kapal maupun para korban.

Koordinasi bersama Basarnas Nabire juga telah dimaksimalkan. Tim SAR gabungan kemudian disiapkan dan mulai bergerak pada Selasa (25/8/2026) pagi menggunakan kapal utama milik Basarnas.

Kapolres Nabire menegaskan, pengerahan operasi pencarian dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan, sekaligus memperluas jangkauan penyisiran berdasarkan titik awal arah hanyutnya speedboat.

Topik Menarik