Harga Minyak Membara, Akankah Nasib BBM Subsidi Bakal Naik?

Harga Minyak Membara, Akankah Nasib BBM Subsidi Bakal Naik?

Ekonomi | sindonews | Selasa, 3 Maret 2026 - 20:07
share

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memproyeksikan dampak eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS), Israel dengan Iran akan membuat harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri bergejolak. Kenaikan harga minyak tersebut akibat terganggunya pasokan minyak global akibat penutupan Selat Hormuz sebagai jalur strategis distribusi global.

"Fluktuasi harga BBM berdasarkan dinamika harga pasar. Itu sudah terjadi, bukan baru sekarang," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga:Imbas Penutupan Selat Hormuz, Indonesia Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS

Bahlil menjelaskan, gangguan rantai pasok energi mendorong kenaikan harga minyak mentah kemudian memengaruhi harga BBM di dalam negeri. Menurut dia mekanisme penyesuaian harga BBM telah diatur sesuai peraturan menteri.

Terkait kemungkinan perubahan harga BBM subsidi, Bahlil menegaskan hingga rapat terakhir pemerintah belum ada pembahasan mengenai penyesuaian. "Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada. Jadi aman-aman saja. InsyaAllah belum ada kenaikan harga BBM," jelasnya.

Dia menjelaskan, dampak dari eskalasi konflik tersebut mengerek harga minyak mentah dunia bahkan telah melampaui dari target APBN. Harga minyak mentah di pasar Asia sendiri melonjak di level USD80-81 per barel pada Senin (2/3).

Baca Juga:Iran Tutup Selat Hormuz, Ancam Bakar Seluruh Kapal yang Lewat!

Ia memastikan, untuk jenis BBM subsidi seperti pertalite dan solar, fluktuasi harga minyak mentah dunia akan ditanggung negara melalui skema subsidi dan kompensasi. Harga pertalite tetap dijaga di level Rp10.000 per liter dan solar Rp6.800 per liter. "Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, pertalite, itu mau naik berapa pun tetap harganya sama. Sebelum ada perubahan dari pemerintah," tegasnya.

Topik Menarik