MedcoEnergi Bukukan Laba Bersih USD101 Juta di 2025
PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) sepanjang tahun 2025 mencatatkan laba bersih sebesar USD101 juta, atau sekitar Rp1,7 triliun (kurs Rp16.900 per USD). Capaian ini turun 72 dibandingkan perolehan pada 2024 yang sebesar USD367 juta.
CEO MedcoEnergi Roberto Lorato dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, penurunan ini terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, penurunan nilai aset non-kas, biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga, serta melemahnya harga komoditas. Kendati demikian, imbuh dia, kinerja Perseroan pada tahun 2025 tetap kuat bagi perusahaan dan pemegang saham.
"Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27, dengan pengembalian sebesar USD110 juta kepada pemegang saham seiring tercapainya target produksiminyak dan gas sebesar 156 mboepd dan target penjualan listrik sebesar 4.371 GWh," ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga:MedcoEnergi Perkuat Portofolio Migas dan Energi Bersih di Usia ke-45
Mengenai kinerja keuangan lainnya, MedcoEnergi pada 2025 antara lain mencatatkan EBITDA sebesar USD1.264 juta, setara dengan 2024, meskipun harga minyak rata-rata turun 15 dari USD78 per barel menjadi USD67 per barel dan harga gas melemah dari USD7,0 menjadi USD6,8 per mmbtu.Kemudian, utang konsolidasi meningkat menjadi USD3.646 juta, terutama untuk pembelian FPSO Marlin Natuna untuk memastikan keberlanjutan produksi di Lapangan Forel (South Natuna Sea Block B), serta pembiayaan proyek pengembangan pembangkit energi terbarukan dan pembangkit listrik berbasis gas. Sejalan dengan itu, rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk segmen migas menjadi sebesar 2,0x, dibandingkan 1,8x pada 2024. Rasio tersebut diklaim masih berada dalam kisaran target Perusahaan.
Di sisi lain, likuiditas Perseroan disebut tetap kuat dengan posisi kas sebesar USD633 juta pada akhir tahun, dibandingkan USD697 juta pada 2024. Dari sisi produksi, sepanjang 2025 MedcoEnergi mencatatkan peningkatan produksi migas menjadi 156 mboepd, didorong oleh produksi perdana dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, kinerja kuat berkelanjutan di Oman Block 60, serta peningkatan hak partisipasi operasi di PSC Corridor. Perseroan menutup tahun dengan mencatatkan tingkat produksi lebih dari 170 mboepd.
Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar USD402 juta untuk mencetak rekor produksi baru di Oman Block 60, memulai produksi di Lapangan Terubuk dan Forel, serta pengembangan sumur Corridor Suban-28 dan proyek peningkatan kapasitas kompresor Suban.
Baca Juga:Medco Energi Kantongi Kontrak Blok Migas Cendramas di Lepas Pantai MalaysiaPerseroan juga memperluas portofolio di Sumatera dengan meningkatkan participating interest di Corridor menjadi 70 dan participating interest efektif di PT Transportasi Gas Indonesia menjadi 40, serta mengakuisisi 45 participating interest operasi di PSC Sakakemang.
Pada 31 Maret 2026, Perseroan juga menandatangani PSC Cendramas, di Malaysia. PSC Cendramas berdekatan dengan operasi di South Natuna Sea Block B dan memiliki geologi dan karakteristik teknis yang serupa.
Di sektor ketenagalistrikan, di 2025 Perseroan mencatatkan penjualan listrik mencapai 4.371 GWh, di mana 25 berasal dari energi terbarukan. Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar USD35 juta yang terutama digunakan untuk commissioning Pembangkit Panas Bumi Ijen pada kuartal pertama, PLTS Bali Timur pada kuartal kedua, serta penyelesaian ekspansi Batam ELB pada kuartal keempat.
Di sektor pertambangan mineral, di 2025 MedcoEnergi melalui Amman Mineral Internasional mencatatkan produksi sebesar 446.563 metrik ton kering yang mengandung 208,9 juta pon tembaga dan 102,8 ribu ons emas.









