Harga BBM di India Melonjak Tajam, Naik Tiga Kali dalam Delapan Hari

Harga BBM di India Melonjak Tajam, Naik Tiga Kali dalam Delapan Hari

Ekonomi | sindonews | Minggu, 24 Mei 2026 - 07:57
share

Pemerintah India kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar untuk ketiga kalinya hanya dalam kurun waktu delapan hari akibat tersengat lonjakan harga minyak dunia. Kebijakan penyesuaian harga retail yang mulai berlaku Sabtu (23/5) memicu lonjakan biaya energi di berbagai kota besar di India, termasuk kenaikan harga gas alam terkompresi (CNG) di wilayah utara negara tersebut.

Dikutip dari The Hindu, kenaikan harga ini mengikuti peningkatan tekanan pada perusahaan pemasaran minyak (oil marketing companies/OMC) di tengah melonjaknya harga minyak mentah karena pasokan energi terus terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

Melalui penyesuaian harga terbaru ini, harga bensin dan solar di seluruh negeri mengalami kenaikan rata-rata sebesar 90 paise per liter di semua varian. Sejak gelombang kenaikan pertama yang diberlakukan pada 15 Mei lalu, harga kedua jenis bahan bakar retail tersebut secara kumulatif telah melonjak sekitar 4,8 rupee per liter dalam tiga tahap.

Baca Juga:Tekor Rp1,8 Triliun per Hari, India Akhirnya Naikkan Harga BBM Pertama sejak 2022

Pemerintah India mengonfirmasi bahwa meskipun kenaikan memberatkan konsumen, kebijakan tersebut terpaksa diambil guna menekan kerugian harian badan usaha milik negara. Penyesuaian tahap awal dinilai mampu memangkas kerugian kilang dari semula sekitar 1.000 crore rupee atau setara Rp1,92 triliun menjadi 750 crore rupee atau setara Rp1,44 triliun per hari untuk penjualan bensin, solar, dan LPG.

Di ibu kota New Delhi, bensin kini dibanderol seharga 99,51 rupee per liter dan solar menjadi 92,49 rupee per liter. Sementara itu, wilayah metropolitan Kolkata mencatat kenaikan paling tajam dibandingkan kota-kota besar lainnya seperti Mumbai dan Chennai, di mana harga bensin di Kolkata kini menyentuh angka 110,64 rupee per liter.

Selain BBM, harga bahan bakar gas seperti CNG di wilayah India Utara yang mencakup Uttar Pradesh, Rajasthan, dan Haryana juga naik untuk ketiga kalinya sebesar 1 rupee per kilogram. Pihak Indraprastha Gas Ltd menyatakan bahwa penyesuaian harga gas bumi ini dilakukan untuk mengompensasi sebagian dampak dari kenaikan biaya input gas di pasar internasional.

Baca Juga:BREAKING NEWS: Diguncang 20 hingga 30 Tembakan, Gedung Putih Lockdown

Gejolak harga di tingkat retail ini tidak terlepas dari pergerakan harga minyak mentah patokan Brent yang terus bertahan di atas level psikologis 100 dolar AS per barel. Sepanjang Mei 2026, harga rata-rata keranjang minyak mentah India (crude oil basket) telah mencapai 107,96 dolar AS per barel akibat tingginya volatilitas pasar dunia.

Situasi pasar energi global diperkirakan masih akan fluktuatif dalam beberapa pekan ke depan seiring belum pastinya hasil negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kondisi geopolitik ini secara langsung terus menekan neraca impor energi India sebagai salah satu negara konsumen minyak terbesar di Asia.

Topik Menarik