Garuda Indonesia Turun Kelas: Skytrax Pangkas Status dari Bintang 5 ke Bintang 4
Reputasi maskapai nasional Garuda Indonesia di tingkat global kembali menjadi perhatian. Pasalnya lembaga pemeringkat penerbangan Skytrax menurunkan statusnya dari maskapai bintang lima menjadi bintang empat.
Skytrax, organisasi pemeringkat industri penerbangan yang berbasis di Inggris, melakukan penyesuaian terhadap predikat World Airline Star Rating milik Garuda Indonesia. Selama lebih dari 20 tahun, sertifikasi Skytrax dikenal luas sebagai salah satu standar paling prestisius dalam menilai kualitas maskapai di dunia.
Penilaian ini dilakukan setelah dilakukan audit menyeluruh yang dilakukan oleh tim Skytrax terhadap berbagai aspek kualitas layanan maskapai maupun bandara. Dalam sistem ini, peringkat diberikan dalam skala satu hingga lima bintang, dengan lima bintang menjadi kategori tertinggi dan paling eksklusif.
Baca Juga : Garuda Indonesia Tebar Diskon Tiket Mudik Lebaran hingga 20, Ini Daftar Rutenya
Dalam evaluasi terbaru, layanan penerbangan jarak jauh (long haul) Garuda Indonesia, baik untuk kelas bisnis maupun kelas ekonomi mendapatkan nilai sekitar 3,5 bintang. Sementara itu, pada penerbangan jarak pendek (short haul), kelas bisnis dan ekonomi masing-masing memperoleh peringkat empat bintang.Hasil tersebut mengindikasikan adanya penurunan kualitas layanan yang cukup merata di sejumlah rute penerbangan maskapai tersebut.
Menurut Skytrax, turunnya peringkat Garuda Indonesia berkaitan dengan penurunan standar produk selama periode restrukturisasi perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Walaupun kualitas pelayanan awak kabin dan staf darat masih dinilai baik, sejumlah fasilitas dan aspek teknis lainnya dianggap tidak lagi memenuhi standar maskapai bintang lima.
Baca Juga : Garuda Indonesia Angkut 1,5 Juta Penumpang Selama Nataru 2026
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan meliputi tingkat kenyamanan kursi, kelengkapan fasilitas tambahan bagi penumpang, kualitas makanan dan minuman yang disajikan, sistem hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment), hingga kebersihan kabin.Dalam keterangan resminya, Skytrax menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas di pesawat maupun layanan darat Garuda Indonesia di Jakarta dan Denpasar dinilai sudah cukup usang dan membutuhkan modernisasi.
“Garuda Indonesia, yang sebelumnya berstatus maskapai bintang lima, saat ini tengah menjalani proses restrukturisasi. Banyak produk dalam pesawat serta fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar sudah ketinggalan zaman dan perlu diperbarui, sehingga peringkatnya diturunkan menjadi maskapai bintang empat,” tulis Skytrax di situs resminya.
Secara keseluruhan, saat ini terdapat sekitar 69 maskapai di dunia yang masuk kategori bintang empat, baik maskapai layanan penuh maupun low-cost carrier. Beberapa di antaranya adalah Air Canada, Air France, British Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Qantas, China Airlines, KLM, Citilink, Philippine Airlines, IndiGo, serta Emirates.










