Efek Samping Vaksin Campak Bahaya untuk Balita? Cek Faktanya!
JAKARTA - Efek samping vaksin campak kerap membuat banyak orang tua khawatir jika dialami oleh balita. Kekhawatiran tersebut juga membuat sebagian orang tua enggan memberikan vaksin kepada anak.
Menanggapi hal ini, Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalucia, menjelaskan bahwa secara medis efek samping yang muncul umumnya bersifat ringan dan merupakan reaksi alami tubuh.
"Efek samping pemberian vaksin ini pada umumnya sangat rendah dan bisa hilang dalam waktu sekitar 24 jam," ungkap Rizka Andalucia dalam konferensi pers virtual pada Jumat (6/3/2026).
Adapun gejala yang muncul, kata Rizka, tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan penanganan sederhana di rumah.
"Pada vaksin MR sendiri, efek samping yang mungkin terjadi berdasarkan data hasil uji klinis adalah rasa nyeri ringan pada lokasi suntikan, kemudian demam ringan dan ruam," jelasnya.
Rizka menegaskan vaksin tersebut sudah memiliki izin edar resmi dan telah melalui kajian mendalam bersama para ahli sebelum didistribusikan ke masyarakat.
"Vaksin yang akan kita gunakan telah mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), di mana telah dinyatakan bahwa khasiat dan keamanannya sudah terjamin," imbuhnya.
Bahkan, data uji klinis menunjukkan tingkat perlindungan atau efikasi vaksin ini sangat tinggi bagi anak-anak.
"Hasil uji klinisnya menunjukkan efikasi yang baik, yakni seropositif imunoglobulin IgG measles sebesar 96,43 dan 91,67 untuk rubella pada anak usia 4 sampai 12 tahun," tandasnya.










