Tren Kasus Campak di Indonesia Menurun Sejak Februari 2026

Tren Kasus Campak di Indonesia Menurun Sejak Februari 2026

Gaya Hidup | okezone | Senin, 9 Maret 2026 - 09:05
share

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan perkembangan penanganan penyakit campak di Indonesia. Setelah sempat mengalami lonjakan di awal tahun, tren kasus dan suspek campak mulai menurun sejak Februari 2026.

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, MA, mengungkapkan bahwa meski sempat terjadi peningkatan signifikan pada Januari, data terbaru menunjukkan kondisi yang mulai melandai.

"Tren kasus dan suspek campak meningkat pada Januari, kemudian mulai menurun sepanjang Februari tahun 2026 ini," ujar dr. Andi dalam konferensi pers virtual dikutip Senin (9/3/2026).

Berdasarkan data hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat ada 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi.

Meski jumlah suspek mencapai 10.453 kasus, Andi menegaskan secara keseluruhan tren mingguan menunjukkan arah yang positif.

 

"Terjadi penambahan satu kasus meninggal dibandingkan minggu ke-7, tetapi secara keseluruhan kita melihat bahwa tren sudah menurun sampai dengan minggu ke-8," katanya.

Hingga kini, pemerintah terus memantau pergerakan kasus di 11 provinsi terdampak, seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, hingga Sulawesi Tengah, guna menekan angka penularan.

Andi tidak menampik bahwa siklus campak memang cenderung meningkat pada 2025 silam. Namun, penanganan pada tahun ini dinilai lebih efektif dalam menekan angka penularan di bulan kedua.

"Kasus pada Februari tahun 2026 ini relatif lebih rendah, terutama jika dibandingkan dengan tahun 2025, 2024, dan juga tahun 2023," jelasnya.

Andi menambahkan bahwa penurunan ini cukup konsisten di hampir seluruh wilayah yang sebelumnya melaporkan lonjakan kasus. Ia mencontohkan kondisi di beberapa provinsi besar yang mulai stabil.

Meski demikian, pihak Kemenkes tetap meminta masyarakat untuk waspada mengingat siklus tahunan menunjukkan potensi kenaikan kembali di akhir tahun jika imunisasi rutin tidak diperkuat.

"Sumatera Barat pada minggu-minggu terakhir di tahun 2025 kasusnya meningkat. Namun, serupa dengan Sumatera Utara, pada tahun 2026 kasusnya mulai menurun hingga minggu ke-8," tutupnya.

Topik Menarik