Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Antusiasme tinggi mewarnai audisi Liga Bintang Juara di Kota Depok. Sebanyak 86 sekolah dasar ambil bagian dalam kompetisi cerdas cermat yang menjadi bagian dari upaya mendukung lahirnya Generasi Emas 2045 melalui pendidikan yang kompetitif dan menyenangkan.
Programming Division Head GTV, Miftahoel Huda menyampaikan bahwa Liga Bintang Juara ini merupakan program inisiasi dari Angela Tanoesoedibjo dan Valencia Tanoesoedibjo. Program ini hadir sebagai bentuk kontribusi nyata GTV dalam mendukung visi pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan Generasi Emas 2045.
"Kota Depok ini menjadi kota terakhir atau kota ketiga untuk audisi setelah kami selenggarakan audisi sebelumnya di dua kota di Bogor dan juga Tangerang," kata Huda ditemui di SD Al-Azhar 46, Depok, Jawa Barat, Selasa (23/4/2026).
Baca Juga : Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini"Jadi ini adalah audisi kami terakhir untuk menjaring 50 besar dari seluruh sekolah Jabodetabek yang akan kami bawa untuk babak utama nanti di Jakarta," ujarnya melanjutkan.
Dia melaporkan, sebanyak 86 SD di wilayah Depok terdaftar mengikuti audisi hari pertama. Pada tahap awal, para peserta diuji melalui seleksi tulis dalam format pilihan ganda. Persaingan dipastikan berlangsung sengit, karena dari 86 sekolah tersebut, hanya 32 sekolah terbaik yang akan dinyatakan lolos ke tahap kedua.
"Di tahap kedua besok, audisi di tanggal 24 kita akan melakukan cerdas cermat. Dari 32 sekolah akan kita bentuk menjadi 16 grup atau 16 kelompok di mana satu kelompok terdiri dari dua sekolah yang akan bertanding satu sama lain," tuturnya.
Baca Juga : Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Nantinya, 16 sekolah terbaik dari audisi di Kota Depok ini akan langsung mengantongi tiket menuju babak utama yang akan diselenggarakan di Jakarta.
Melalui Liga Bintang Juara, GTV berharap dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem pendidikan di Indonesia, khususnya bagi anak-anak di usia sekolah dasar. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini dirancang untuk menjadi wadah edukasi yang rekreatif.
"Harapan kami, ini menjadi program yang positif untuk dunia pendidikan dan anak-anak. Ini adalah sumbangsih GTV. Kami berharap program ini terus berjalan konsisten ke depannya dan memberikan hasil positif bagi masyarakat luas," tutup Yudha.
"Harapan kami tentunya adalah ini jadi satu program yang positif untuk dunia pendidikan, untuk anak-anak, dan tentunya ini sebagai salah satu sumbangsih dan kontribusi GTV untuk dunia pendidikan dan dunia anak-anak," pungkasnya.









