Di Bawah Tekanan Militer, Venezuela Dipaksa Buka Ladang Minyak untuk AS

Di Bawah Tekanan Militer, Venezuela Dipaksa Buka Ladang Minyak untuk AS

Global | inews | Kamis, 8 Januari 2026 - 03:04
share

WASHINGTON, iNews.id - Venezuela akhirnya membuka ladang minyaknya untuk Amerika Serikat (AS) setelah berada di bawah tekanan militer dan politik yang intens dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Kesepakatan ekspor minyak mentah senilai 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,6 triliun menjadi sinyal kuat bahwa Karakas tak lagi memiliki banyak pilihan selain menuruti tuntutan Washington.

Trump mengumumkan Venezuela akan mengekspor antara 30 hingga 50 juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi AS. Minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar, namun hasil penjualannya tidak sepenuhnya berada di tangan pemerintah Venezuela.

“Uangnya akan dikendalikan oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” ujar Trump, dalam posting-an di Truth Social, Rabu (7/1/2026).

Kesepakatan ini datang setelah AS meningkatkan tekanan terhadap Karakas, termasuk ancaman serangan militer lanjutan jika Venezuela menolak membuka akses penuh bagi perusahaan energi AS. 

Trump secara terbuka mendesak Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, untuk memberikan akses luas kepada perusahaan minyak AS, baik milik negara maupun swasta.

Blokade ekspor minyak yang diberlakukan AS sejak pertengahan Desember membuat jutaan barel minyak Venezuela tertahan di kapal tanker dan fasilitas penyimpanan. Kondisi tersebut memperparah krisis ekonomi Venezuela, sekaligus melemahkan posisi tawar pemerintah Caracas di tengah eskalasi konflik dengan Washington.

Tekanan AS memuncak pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu. 
Pemerintah Venezuela menyebut penangkapan tersebut sebagai penculikan dan menuding AS berupaya mencuri cadangan minyak nasional.

Menteri Energi AS Chris Wright ditunjuk oleh Trump untuk mengawasi langsung pelaksanaan ekspor. Minyak mentah akan diambil dari kapal-kapal yang sebelumnya tertahan dan dikirim langsung ke pelabuhan AS.

Sebagian besar kargo minyak tersebut awalnya dialokasikan untuk China, pembeli utama minyak Venezuela selama satu dekade terakhir. Namun, di bawah tekanan AS, Venezuela terpaksa mengalihkan pasokan tersebut, menandai pergeseran besar dalam peta ekspor energinya.

Topik Menarik