Mesir: Netanyahu Berusaha Halangi Gencatan Senjata Gaza Tahap II

Mesir: Netanyahu Berusaha Halangi Gencatan Senjata Gaza Tahap II

Global | inews | Minggu, 11 Januari 2026 - 11:33
share

KAIRO, iNews.id - Mesir menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya menghalangi implementasi gencatan senjata Gaza fase kedua. Bukan hanya itu Netanyahu tampaknya berusaha mengobarkan ketegangan di kawasan.

Diaa Rashwan, kepala Layanan Informasi Pemerinah Mesir, mengatakan kepada stasiun televisi Al Qahera, Netanyahu berusaha dengan segala cara untuk menghindari peralihan ke fase kedua perjanjian gencatan senjata Gaza. Gencatan senjata tahap pertama mulai berlaku pada 10 Oktober lalu.

Netanyahu, lanjut dia, ingin mengalihkan fokus Amerika Serikat (AS), selaku negara mediator utama, ke isu-isu kawaan lainnya, khususnya Iran, Suriah, dan Lebanon.

Menurut Rashwan, Netanyahu berusaha memicu konflik di luar Gaza dengan memanfaatkan ketegangan hubungan AS-Iran. Dia berupaya menarik Washington dalam konfrontasi dengan Teheran yang bisa menyulut kembali pertempuran di Gaza yang pada akhirnya menggagalkan fase kedua gencatan senjata.

“Semua indikator menegaskan, pemerintahan AS telah menetapkan sikap untuk meluncurkan (gencatan senjata) fase kedua pada awal Januari,” kata Rashwan.

Namun dia juga menegaskan pertemuan Presiden Donald Trump dengan Netanyahu pada 29 Desember 2025 kemungkinan akan menandai titik awal fase kedua tersebut, yang tak bisa dihindari lagi.

Hanya saja dia mengkhawatirkan, Netanyahu berupaya untuk menulis ulang gencatan senjata fase kedua dengan menjadikan alasan perlucutan senjata Hamas.

Selain itu Israel juga mendorong agar Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) diberikan mandat di luar tugas mereka, seperti melucuti senjata para pejuang Gaza. Ini jelas akan ditolak oleh negara-negara peserta ISF.

Rashwan yakin upaya Netanyahu mungkin hanya bisa sekadar menunda atau memperlambat implementasi gencatan senjata fase kedua, tidak menghentikannya.

Mengenai upaya Israel untuk menggusur warga Palestina dari Gaza, Rashwan menegaskan gagasan tersebut telah lama menarik bagi sebagian elite politik dan masyarakat Israel, khususnya faksi-faksi sayap kanan.

Israel awalnya mengandalkan keterbatasan pengetahuan Trump tentang Gaza saat berbicara beberapa bulan lalu tentang relokasi dan Riviera. Namun setelah melakukan konsultasi, terutama dengan negara-negara mediator yang dipimpin oleh Mesir, Trump memahami implikasi penggusuran tersebut.

Rashwan mengatakan rencana Trump sekarang menetapkan bahwa tidak seorang pun dipaksa untuk meninggalkan Gaza dan bahwa siapa pun yang pergi secara sukarela tetap memiliki hak untuk kembali.

Gencatana senjata Gaza tahap pertama di antaranya mencakup pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina.

Fase kedua mencakup pembentukan komite sementara yang terdiri atas teknokrat untuk mengelola Gaza, peluncuran rekonstruksi, pembentukan Dewan Perdamaian yang diketuai Trump, pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), penarikan pasukan Israel dari, dan perlucutan senjata Hamas.

Topik Menarik