Prabowo Sebut Cadangan Beras Indonesia Lampaui Swasembada Era Soeharto
IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, cadangan beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog saat ini telah mencapai lebih dari 3 juta ton. Jumlah tersebut melampaui rekor tertinggi cadangan beras nasional pada masa swasembada pangan di era Presiden ke-2 RI Soeharto yang berada di angka 2 juta ton.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
"Saya juga cukup merasa besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia, pernah di pemerintahan Presiden Soeharto," kata Prabowo.
Dia menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari target besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menargetkan para menteri bidang pangan di Kabinet Merah Putih mampu mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu empat tahun.
Hasil Liga Italia 2025-2026 Semalam: Lazio vs Bologna Imbang 1-1, Napoli Sikat Juventus 2-1
Kendati demikian, Prabowo optimistis target tersebut dapat tercapai lebih cepat. Ia menyatakan pada akhir tahun 2025, swasembada pangan berpotensi sudah terwujud pada tahun pertama masa kepemimpinannya.
Kepala Negara mencatat bahwa sebelumnya cadangan beras nasional tertinggi yang pernah dikelola negara hanya mencapai 2 juta ton. Kini, angka tersebut telah terlampaui secara signifikan.
"Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur saudara-saudara," kata Prabowo kepada jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Dalam sambutannya, Prabowo juga menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi sebuah bangsa yang merdeka. Menurutnya, tidak ada negara yang benar-benar berdaulat jika tidak mampu menjamin kebutuhan pangan rakyatnya sendiri.
Dia turut menyoroti kondisi geopolitik global yang dinilai semakin tidak stabil. Prabowo mengingatkan bahwa negara-negara yang selama ini menjadi sumber impor beras Indonesia tengah dilanda konflik.
"Kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik di mana-mana, di tengah perang di mana-mana sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Sekarang Thailand sama Kamboja perang. Terus setelah perang, negosiasi, senjata-senjata, damai, meletus lagi," kata Prabowo.
Selain beras, Presiden juga menekankan pentingnya swasembada komoditas pangan lainnya. Dia menginginkan Indonesia mandiri dalam penyediaan sumber karbohidrat seperti jagung dan singkong, serta protein, guna memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
(Rahmat Fiansyah)









