Bank Besar AS Berpeluang Garap Pembiayaan Minyak di Venezuela, JPMorgan Paling Potensial

Bank Besar AS Berpeluang Garap Pembiayaan Minyak di Venezuela, JPMorgan Paling Potensial

Global | idxchannel | Minggu, 11 Januari 2026 - 04:20
share

IDXChannel - Keterlibatan Amerika Serikat (AS) di sektor minyak Venezuela membuka peluang potensial bagi bank-bank internasional. JPMorgan Chase (JPM.N) dinilai berada di posisi yang menguntungkan berkat rekam jejak panjangnya di negara tersebut, serta pengalaman dalam pembiayaan perdagangan internasional.

Sejumlah bank, termasuk JPMorgan dan Citigroup (C.N), secara historis pernah beroperasi di Venezuela, namun dalam beberapa dekade terakhir mengurangi aktivitas atau menarik diri sepenuhnya. 

"Kini, bank-bank AS tersebut berpotensi kembali bersaing untuk peluang pembiayaan perdagangan atau pendanaan investasi infrastruktur minyak," kata seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut dilansir Reuters, Sabtu (10/1/2026).

Venezuela saat ini berada di bawah pemerintahan interim, dan para analis menekankan bahwa tantangan besar dalam berbisnis masih tetap ada.

Di antara bank-bank tersebut, JPMorgan dinilai memiliki keunggulan karena telah hadir di Venezuela selama 60 tahun. Meski JPM memangkas aktivitas perbankan dan perdagangan sahamnya pada 2002, bank tersebut tetap mempertahankan kantor yang tidak aktif di Caracas selama bertahun-tahun, menurut sumber kedua yang mengetahui masalah ini.

Kantor tersebut, dapat diaktifkan kembali jika diperlukan.

"JPMorgan adalah salah satu dari sangat sedikit bank AS yang masih memiliki kantor di Venezuela, meskipun aktivitasnya sangat terbatas akibat pembatasan yang berlaku saat ini," kata Kepala Riset Frontier Amerika Latin di Institute of International Finance, María Paola Figueroa.

Potensi dibukanya kembali sektor minyak dan pemulihan ekonomi yang lebih luas dapat menciptakan peluang signifikan bagi bank-bank asing untuk kembali masuk ke pasar Venezuela, dengan syarat adanya pelonggaran sanksi keuangan AS.

Venezuela berada di bawah sanksi AS sejak 2006, yang diperketat pada 2017, melarang lembaga keuangan AS menyalurkan dana baru kepada pemerintah atau perusahaan minyak negara, PDVSA. Pada 2019, Washington memberlakukan sanksi luas terhadap sektor minyak Venezuela. 

Kini, Amerika Serikat berencana melonggarkan sanksi secara selektif seiring dimulainya pemasaran minyak Venezuela. Departemen Energi AS pada Rabu menyatakan bahwa hasil penjualan minyak akan ditempatkan di rekening yang dikendalikan AS di bank-bank global. 

CEO ConocoPhillips, Ryan Lance, mengatakan dalam pertemuan di Gedung Putih, bahwa bank-bank AS, termasuk Export-Import Bank, bank federal yang membiayai proyek luar negeri, mungkin perlu terlibat dalam pendanaan investasi minyak Venezuela.

Bagi JPMorgan, terdapat sejumlah jalur keterlibatan yang mungkin ditempuh. Salah satu gagasan yang sempat dibahas secara internal adalah pembentukan bank perdagangan untuk membiayai ekspor minyak.

Bank tersebut, yang memiliki kehadiran kuat di kawasan penghasil minyak seperti Timur Tengah dan Afrika, juga memiliki preseden historis, setelah memimpin konsorsium bank yang mengoperasikan Trade Bank of Iraq, yang didirikan pada 2003 pasca-invasi pimpinan AS.

JPMorgan juga berpotensi memanfaatkan dana dari Security and Resiliency Initiative, sebuah rencana pendanaan 10 tahun senilai USD1,5 triliun yang diumumkan tahun lalu untuk membiayai sektor-sektor seperti mineral kritis, di mana Venezuela memiliki sumber daya melimpah.

Saat ini, JPMorgan memperdagangkan obligasi pemerintah Venezuela yang tidak termasuk dalam daftar sanksi dengan mitra lepas pantai.

Secara terpisah, seorang sumber industri mengatakan terdapat peluang dalam restrukturisasi, pembiayaan, serta sektor energi yang berpotensi menarik minat perbankan.

Pejabat Gedung Putih mengatakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah mengevaluasi secara cermat seluruh opsi yang tersedia, dengan memprioritaskan kepentingan terbaik bagi rakyat. 

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik