Manfaatkan Kayu Hanyutan Pascabencana, 18 Unit Huntara Sudah Terbangun
IDXChannel - Sebanyak 18 unit hunian sementara (huntara) telah terbangun melalui pemanfaatan kayu hanyutan pascabencana hidrometeorologi, seiring memasuki update hari ke-44 penanganan bencana sejak 2 Desember 2025.
"Hingga saat ini sudah 18 unit huntara yang dibangun, 15 unit di antaranya sedang berproses, sedangkan 3 unit lainnya sudah dihuni oleh warga Desa Gedumbak," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan dalam laporannya dikutip Rabu (14/1/2025).
Adapun total 72 personel Kemenhut melanjutkan kegiatan aksi bersih fasilitas umum dan pembersihan kayu sisa bencana banjir di Kec. Langkahan.
Dengan bantuan 40 Unit alat berat, tim di lapangan terus melakukan pembersihan dan pemilahan kayu di halaman rumah warga agar dimanfaatkan untuk membangun huntara. Pengukuran kayu yang dilakukan oleh Tim BPHL dan Dinas LHK Aceh sampai dengan tanggal 13 Januari 2026 kayu telah mencapai 1.173 batang (2.112,11 M³).
Kegiatan lainnya yaitu pembersihan masjid Tuha Buket Linteung di Desa Buket Linteung oleh 40 personel Tim Kemenhut, sehingga kondisi masjid sudah siap untuk dipakai salat.
Selain itu, tim Manggala Agni dan BPKH Wilayah I Medan membersihkan rumah masyarakat, Fasum Yayasan Qurratil Aiyum dan jalan dusun setia di Desa Kesehatan, Kec Karang Baru, Kab. Aceh Tamiang.
Sementara, Tim Gakkum masih melakukan penjagaan tumpukan kayu yang telah dikumpulkan dari Pesantren Darul Mukhlisin.
Di Sumatera Utara, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani menjelaskan penanganan pascabencana di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol meliputi pembersihan kayu dan material lain, pengolahan kayu, dan pemanfaatan kayu hanyutan, serta normalisasi aliran Sungai Garoga.
"Kemenhut mengerahkan personel bersama 5 unit alat berat untuk melaksanakan pembersihan sampah kayu, pembuatan galangan untuk pemanfaatan kayu dan pembuatan tanggul dengan material sisa kayu serta pemilahan kayu untuk pengolahan kayu hanyutan. Sementara kegiatan pembukaan dan persiapan lahan untuk hunian tetap di Desa Aek Pining Batang Toru dan hunian sementara di Desa Batu Hula sudah 100 persen pengerjaan," kata dia.
Jumlah keping kayu olahan pada tanggal 13 Januari 2026 sebanyak 66 keping (ukuran bervariasi), dengan volume total 1,1400 m³. Untuk total akumulasi jumlah keping kayu olahan adalah sebanyak 1.570 keping dengan volume total 22,5131 m³.
Sedangkan jumlah keping kayu olahan yang diangkut ke Desa Batu Hula pada tanggal 13 Januari 2026 sebanyak 215 keping (ukuran bervariasi), dengan volume total 2,9520 m³. Total akumulasi jumlah keping kayu olahan yang diangkut ke Desa Batu Hula sebanyak 1.415 keping dengan volume total 19,1792 m³.
Kemudian, jumlah keping kayu olahan yang diangkut ke dapur umum Desa Garoga sebanyak 10 keping dengan volume total 0,144 m³. Total akumulasi jumlah keping kayu olahan yang diangkut ke dapur umum Desa Garoga sebanyak 50 keping dengan volume total 0,744 m³.
Tim di lapangan juga melakukan normalisasi aliran Sungai Garoga dan pembersihan kayu sumbatan Sungai Garoga di bagian hulu. Areal yang ditargetkan sejauh 5,3 Km, dengan memfungsikan sebanyak 7 unit alat berat.
Hingga 13 Januari 2026, panjang aliran Sungai Garoga yang sudah dibersihkan dari kayu sumbatan telah mencapai ± 2,189 Km atau sekitar (41,3 persen) dari total keseluruhan. Selanjutnya, fokus pekerjaan alat berat melakukan normalisasi (pengerukan) sungai dan pematangan tanggul.
(kunthi fahmar sandy)










