Harga Emas Tembus USD4.800 Pertama Kali, Simak Gerak ARCI-MDKA Cs
IDXChannel - Harga emas dunia melonjak menembus level psikologis USD4.800 per troy ons pada Rabu (21/1/2026), untuk pertama kalinya. Namun, saham-saham tambang terkait bergerak variatif seiring dibayangi aksi ambil untung.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.48 WIB, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 1,87 persen ke Rp3.270 per unit dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 0,73 persen ke Rp4.150 per unit, sedangkan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terapresiasi 0,50 persen ke Rp2.030 per unit.
Berbeda, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) ambles 3,85 persen, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) merosot 2,67 persen, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 2,67 persen.
Nama-nama lainnya, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) berkurang 1,53 persen dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terdepresiasi 0,66 persen.
Menurut data pasar, pukul 10.38 WIB, emas spot naik 1,60 persen ke level USD4.839,42 per troy ons, usai menembus USD4.849,84 pada Rabu pagi.
Rekor baru ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa terkait dorongan terbaru Presiden Donald Trump untuk mengambil alih Greenland, menjelang kehadirannya di World Economic Forum di Swiss.
Melansir dari Dow Jones Newswires, isu Greenland diperkirakan menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut.
Trump mengatakan ia menyepakati pertemuan di sela forum setelah melakukan panggilan telepon yang ia sebut “sangat baik” dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Pada akhir pekan lalu, Trump menyatakan impor dari sejumlah negara Eropa akan dikenai tarif 10 persen mulai 1 Februari.
Tarif tersebut akan naik menjadi 25 persen pada 1 Juni dan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan mengenai apa yang ia sebut sebagai “pembelian penuh dan total” Greenland.
“Tema utamanya tampak jelas: risk-off,” tulis analis Commerzbank Research dalam sebuah catatan, merujuk pada ancaman tarif Trump terhadap Eropa.
Daya tarik emas sebagai aset lindung nilai juga menguat setelah gejolak di pasar obligasi pemerintah Jepang memicu kekhawatiran atas kesehatan fiskal negara-negara ekonomi besar, sekaligus mendorong apa yang disebut sebagai debasement trade, ketika investor menjauhi mata uang dan obligasi negara.
Sementara itu, mengutip Trading Economics, pelaku pasar menantikan rilis laporan inflasi PCE AS yang tertunda pada pekan ini, yang diperkirakan memberi petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.









