AHY Pacu Pembangunan Infrastruktur di Luar Jawa untuk Dukung Program Transmigrasi

AHY Pacu Pembangunan Infrastruktur di Luar Jawa untuk Dukung Program Transmigrasi

Terkini | idxchannel | Kamis, 5 Februari 2026 - 22:10
share

IDXChannel - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan berupaya menggenjot penguatan infrastruktur di daerah transmigrasi. Itu lantaran infrastruktur yang memadai dapat memaksimalkan potensi wilayah transmigrasi, yang berdampak pada kelangsungan hidup transmigran.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan infrastruktur pasti punya peran penting bagi peningkatan pertumbuhan dan membuka lapangan pekerjaan. Jika dikaitkan dengan transmigrasi, kawasan transmigrasi tidak berdiri dengan sendirinya. Ini butuh kolaborasi dan orkestrasi lintas kementerian dan lembaga.

“Itulah mengapa Kementerian Transmigrasi berada dalam satu koordinasi di bawah Kemenko Infrastruktur," ujarnya dalam acara Rapat Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Transmigrasi 2026, di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

AHY mengatakan Kemenko IPK tengah berupaya menghadirkan konektivitas antar wilayah untuk mempermudah arus pergerakan barang dan jasa. Penguatan konektivitas juga ditujukan untuk mendukung program transmigrasi, yang tentu menyasar kawasan luar Jawa. 

“Pada akhirnya perlu infrastruktur dasar, perlu konektivitas, baik fisik maupun digital, termasuk juga perlu penanganan pemanfaatan lahan atau agraria serta tata ruang yang juga lebih resilience, lebih punya daya tahan, dan punya potensi yang baik untuk dikembangkan ke depan," ujar AHY.

AHY juga mewanti-wanti soal transformasi daerah transmigrasi dan sumber daya manusianya. Sebab, SDM dan wilayah transmigrasi mesti memiliki nilai tambah, yang ujungnya untuk pemberdayaan ekonomi.

AHY meyakini keunggulan daerah transmigrasi dan transmigran berkualitas dapat menarik investasi yang bisa meningkatkan perekonomian.

"Meningkatkan nilai potensi yang ada di setiap kawasan transmigrasi tersebut dan mengawinkan potensi-potensi tadi dengan kekuatan kapital, maksud saya harus masuk industri, harus masuk investor, dan harus masuk teknologi, termasuk off-taker yang bisa segera menyerap produktivitas atau hasil produksi di kawasan transmigrasi," tuturnya.

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik