Pertagas Kantongi Pendapatan USD861,51 juta di 2025, Mayoritas dari Bisnis Transportasi dan Niaga
IDXChannel - PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero), membukukan kinerja yang meningkat sepanjang 2025 dengan pertumbuhan di seluruh lini bisnis utama.
Dari sisi kinerja keuangan, secara konsolidasi Pertagas mencatatkan pendapatan sebesar USD861,51 juta sepanjang 2025 dengan kontribusi utama dari bidang usaha transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi.
Kemudian EBITDA tercatat sebesar USD427,46 juta atau mengalami kenaikan 15,90 persen dan laba bersih mencatat kenaikan 21,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi operasional, peningkatan kinerja tercermin pada segmen transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, serta transportasi LPG yang masing- masing mencatatkan kenaikan volume penyaluran dibandingkan tahun sebelumnya.
Target 9 Juta Talenta Digital, Komdigi Soroti Pentingnya Harmonisasi Kebijakan Ruang Siber
Sepanjang 2025, lini bisnis transportasi gas mencatatkan volume penyaluran lebih dari 1.500 MMSCFD, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan realisasi 2024. Sementara itu, transportasi minyak mencatatkan volume penyaluran lebih dari 174 ribu BOPD, atau tumbuh sekitar 8 persen, seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari sejumlah wilayah produksi.
Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 BBTUD atau meningkat sekitar 6 persen, sedangkan produksi LPG mencatatkan pertumbuhan sekitar 5 persen dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025.
Capaian ini didorong oleh konsistensi perusahaan dalam memperkuat konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama, pengembangan infrastruktur distribusi energi yang terintegrasi di sepanjang rantai bisnis, serta peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan di berbagai sektor industri dan komersial di Indonesia.
Direktur Utama Pertagas, Indra Sembiring, mengatakan kinerja positif perusahaan juga didukung oleh ekspansi basis pelanggan di berbagai sektor, mulai dari industri strategis hingga segmen rumah tangga dan UMKM.
Saat ini layanan Pertagas menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis di sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, dan kaca, serta lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.
Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Alami Lonjakan Fantastis, Diprediksi Tembus 15 Besar FIFA!
“Sebagai perusahaan infrastruktur midstream, Pertagas berkomitmen memastikan pasokan energi yang andal dari sumber produksi hingga ke berbagai sektor strategis nasional, mulai dari pembangkit listrik dan industri hingga kebutuhan energi rumah tangga masyarakat,” ujar Indra dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan, distribusi energi yang efisien dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung operasional industri sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Saat ini Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer serta pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer. Perusahaan terus memastikan keandalan operasional jaringan tersebut melalui penguatan sistem operasi, program pemeliharaan berkelanjutan, serta optimalisasi pengelolaan aset untuk menjaga stabilitas pasokan energi.
Strategi di 2026
Memasuki 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional pada lini bisnis utama, di antaranya volume transportasi gas mencapai sekitar 1.600 MMSCFD serta transportasi minyak sebesar 175 ribu BOPD.
Untuk mencapai target tersebut, Pertagas akan melaksanakan berbagai inisiatif yang menopang pertumbuhan volume dan pelanggan. Perusahaan juga telah menyiapkan capital expenditure (capex) sekitar USD75 juta untuk pengembangan infrastruktur energi dan peningkatan keandalan jaringan di beberapa wilayah operasi.
Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer, yang diharapkan dapat memperkuat sistem logistik energi nasional, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi dari transportasi darat di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Selain itu, pasca rampungnya revitalisasi tangki F-6004 LNG Arun di Aceh, Pertagas akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut guna memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional.
“Inisiatif strategis perusahaan pada 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien. Melalui langkah ini, Pertagas berupaya menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Indra.
Ke depan, Pertagas mendorong pengembangan peluang bisnis baru melalui peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, penguatan efisiensi operasional rantai pasok, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis energi perusahaan sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Pertagas optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja sekaligus memperluas kontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di berbagai sektor yang selaras dengan pemerintah.
(Febrina Ratna Iskana)










