Dana Kelolaan Industri Manajemen Investasi Capai Rp1.058 Triliun per Januari 2026
IDXChannel - Industri pengelolaan investasi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif seiring meningkatnya literasi keuangan dan partisipasi investor di pasar modal.
Per Januari 2026, total dana kelolaan industri manajemen investasi di Indonesia tercatat mencapai lebih dari Rp1.058 triliun dengan total jumlah produk sebanyak 2,385 produk serta total nasabah mencapai lebih dari 20 juta nasabah.
Direktur Utama Sinarmas Asset Management - Alex Setyawan WK mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional, sekaligus menunjukkan peran strategis industri manajer investasi dalam mendukung pengembangan pasar keuangan nasional.
"Tahun ini diperkirakan menjadi periode transisi penting bagi perekonomian global. Perubahan kebijakan suku bunga, perkembangan teknologi, serta dinamika geopolitik dipandang akan terus membentuk arah pasar keuangan dunia," tutur dia saat acara Market Outlook – The Art of Harmony 2026: “Economic Fengshui & Strategic Allocation in a New Global Cycle”, Rabu (11/3/2026).
Adapun dalam kondisi pasar yang semakin kompleks, investor perlu menemukan keseimbangan atau harmoni dalam strategi investasi. "Hal ini mencakup pengelolaan risiko yang disiplin, diversifikasi global, serta pemilihan instrumen investasi yang memiliki fundamental kuat dan berkelanjutan,” ujar Alex Setyawan.
Di tengah perkembangan industri tersebut, Sinarmas Asset Management terus memperkuat posisinya sebagai salah satu manajer investasi terkemuka di Indonesia. Saat ini Sinarmas Asset Management mengelola dana kelolaan (AUM) sekitar Rp65 triliun.
Menurut dia, pertumbuhan kinerja perusahaan didorong oleh strategi pengelolaan investasi yang disiplin, inovasi produk, serta penguatan jaringan distribusi yang luas melalui berbagai mitra strategis. Selain itu, perusahaan juga terus mengembangkan berbagai solusi investasi yang memberikan akses kepada investor Indonesia terhadap peluang investasi global.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, dalam acara Market Outlook 2026 ini Sinarmas Asset Management juga memperkenalkan produk terbaru berupa Reksadana Global berbasis S&P 500 ESG Shariah Index.
Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management Genta Wira Anjalu menyebut, produk ini dirancang untuk memberikan akses kepada investor Indonesia untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan global yang terdiversifikasi, sekaligus memenuhi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta prinsip syariah. Harapannya melalui produk ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan global dengan standar tata kelola dan keberlanjutan yang kuat, sekaligus berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi global.
“Ke depan, kami akan terus berkomitmen menghadirkan solusi investasi yang inovatif, transparan, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang bagi para investor,” kata Alex.
(kunthi fahmar sandy)










