Bahlil Ungkap Harga Minyak Dunia USD100 per Barel Masih dalam Koridor APBN

Bahlil Ungkap Harga Minyak Dunia USD100 per Barel Masih dalam Koridor APBN

Terkini | idxchannel | Rabu, 18 Maret 2026 - 12:54
share

IDXChannel – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan lonjakan harga minyak dunia hingga menyentuh level USD100 per barel masih berada dalam koridor Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah pun memastikan tetap mampu mengelola dampaknya, termasuk menjaga stabilitas subsidi energi.

Bahlil menjelaskan, asumsi harga minyak dalam APBN saat ini berada di kisaran USD70 per barel. Meski begitu, pemerintah telah memperhitungkan ruang fleksibilitas apabila harga minyak global mengalami kenaikan signifikan akibat dinamika geopolitik.

"Kalau harga (minyak dunia) sampai USD100, insyaallah masih dalam koridor APBN, masih bisa kita exercise. Tapi ini masih dalam pembahasan," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Rabu (18/3/2026).

Dia menegaskan, prioritas utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan energi dalam negeri tetap terjaga. Pasokan bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga solar harus tersedia agar tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga memastikan akan tetap hadir melalui skema subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat. Besaran subsidi ke depan akan disesuaikan dengan perkembangan harga minyak global dan situasi geopolitik.

"Yang penting stok semuanya harus ada, supaya tidak ada kelangkaan di Indonesia. Menyangkut harga, negara akan tetap hadir untuk subsidi," katanya.

Di tengah ketidakpastian global, Bahlil mengakui pemerintah tidak dapat memprediksi seluruh dinamika yang terjadi, terutama terkait konflik geopolitik yang memengaruhi pasar energi dunia. Namun, pemerintah telah menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan pemerintah tetap optimistis kondisi energi Indonesia pada 2026 aman. Menurutnya, tugas pemerintah adalah menyelesaikan setiap tantangan yang muncul, termasuk dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi.

“Sebagai pembantu Presiden, saya harus optimistis. Kalau ada masalah, itu tugas kita untuk selesaikan,” ujarnya.

Terkait sumber impor energi, Bahlil menyebut pemerintah membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara. Dia menekankan hal yang terpenting adalah ketersediaan pasokan dan harga yang kompetitif, tanpa membatasi pada negara tertentu.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap dapat meredam dampak gejolak harga minyak global sekaligus memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik