Trump Sebut Iran Izinkan 10 Kapal Tanker Minyak Lewati Selat Hormuz
IDXChannel - Presiden AS Donald Trump menyebut, untuk menunjukkan iktikad baik dalam negosiasi, Iran telah mengizinkan sepuluh kapal tanker minyak untuk berlayar tanpa hambatan melalui Selat Hormuz yang mana jalur ini hampir sepenuhnya ditutup oleh ancaman serangan Iran selama berminggu-minggu.
"Kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat substansial terkait Iran dengan orang-orang yang tepat. Mereka mengatakan untuk menunjukkan kepada Anda bahwa kami nyata, solid, dan kami ada di sana, kami akan memberi Anda delapan kapal minyak, delapan kapal, delapan kapal besar berisi minyak. Ini dua hari yang lalu, dan mereka akan berlayar besok. Itu tiga hari yang lalu," kata Trump.
"Dan sebenarnya, mereka kemudian meminta maaf atas sesuatu yang mereka katakan dan mereka mengatakan kami akan mengirim dua kapal lagi, dan akhirnya menjadi 10 kapal," tutur dia.
Sebelumnya, harga minyak kembali lebih tinggi pada hari Kamis (27/3/2026), dengan Brent berada jauh di atas ambang batas USD100 per barel.
Dilansir dari laman Investing Jumat (28/3/2026), kontrak berjangka minyak mentah Brent, terakhir naik 5,3 persen menjadi USD107,64 per barel. Sedangkan kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 4,5 persen menjadi USD94,39 per barel.
Di sisi lain, kekhawatiran terus meluas soal guncangan energi sehingga memicu kembali tekanan inflasi di berbagai negara di dunia, dan menyebabkan bank sentral mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
OECD pun memperingatkan percepatan kenaikan harga dan revisi pertumbuhan jika harga energi melonjak lebih lanjut karena konflik yang berkepanjangan. Pada pertemuan Kabinet, Trump juga mengungkapkan secara detail tentang apa yang ia sebut sebagai hadiah dari Iran terkait minyak dan gas awal pekan ini.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan militer negara itu telah membunuh Alireza Tangsiri, komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran, dalam serangan semalam.
Katz juga mengklaim Tangsiri bertanggung jawab langsung atas penanaman ranjau yang telah berkontribusi pada pemblokiran Selat Hormuz.
Pesawat-Pesawat Militer AS Terus Berdatangan ke Israel, Sinyal Serangan ke Iran Segera Dimulai?
Bahkan Trump menyebut Iran tidak lagi memiliki penebar ranjau. "Yang menakjubkan adalah, kita tidak membutuhkan Selat Hormuz. Kita tidak membutuhkannya. Kita tidak membutuhkannya sama sekali. Kita memiliki begitu banyak minyak. Negara kita tidak terpengaruh oleh ini," kata Trump kala itu.
(kunthi fahmar sandy)









