Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC) BREN, DSSA, hingga RLCO Serentak Anjlok
IDXChannel – Saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) kompak jatuh pada awal perdagangan Senin (6/4/2026).
Sejumlah emiten bahkan mendekati batas auto rejection bawah (ARB) 15 persen seiring tekanan jual yang meningkat di pasar.
Berdasarkan data perdagangan per pukul 09.29 WIB, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) turun 13,51 persen ke Rp1.920 per unit.
Sementara PT Ifishdeco Tbk (IFSH) merosot 14,76 persen ke Rp1.530 per unit dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melemah 14,58 persen ke Rp820. Penurunan yang mendekati 15 persen tersebut membuat saham-saham ini nyaris menyentuh batas ARB.
Tekanan juga terjadi pada PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) yang turun 6,91 persen ke Rp3.100 dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 7,71 persen ke Rp4.430.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turut terkoreksi 11,01 persen ke Rp62.700, sedangkan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) turun 11,79 persen ke Rp5.425.
IHSG Sesi I Anjlok 2,61 Persen ke 7.509
Di sisi lain, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) menjadi satu-satunya saham yang menguat dengan kenaikan 9,76 persen ke Rp1.125, usai sempat jatuh ke Rp935.
Sementara itu, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) berpotensi turun hingga ARB 10 persen karena berada di papan Full Call Auction (FCA) dan baru dapat melakukan pencocokan bid-offer pada pukul 10.00 WIB.
Koreksi serentak saham-saham HSC ini terjadi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis pengumuman saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi per 2 April 2026 berdasarkan struktur kepemilikan saham scrip dan scripless per 31 Maret 2026. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan transparansi pasar modal Indonesia.
Langkah ini juga menjadi bagian dari proposal yang diajukan BEI kepada global index providers, termasuk MSCI, untuk meningkatkan kualitas dan investabilitas pasar.
BEI menegaskan bahwa pengumuman HSC tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran di pasar modal.
Sorotan utama pelaku pasar sebelumnya tertuju pada BREN yang mencatat konsentrasi kepemilikan 97,31 persen sebagai bagian dari Grup Barito milik Prajogo Pangestu serta DSSA sebesar 95,76 persen yang terafiliasi dengan Grup Sinarmas.
Perang Iran Guncang Dunia: Negara Teluk Siap Tarik Dana Triliunan Dolar dari Ekonomi Global
Keduanya merupakan konstituen MSCI Indonesia Global Standard sehingga langsung dikaitkan dengan isu free float, investabilitas, hingga kemampuan indeks direplikasi oleh investor global. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.










