Pembelian Tiket via Access by KAI Mendominasi, 8,1 Juta Transaksi per Kuartal I-2026
IDXChannel - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat layanan digital Access by KAI membukukan 8.125.645 transaksi pembelian tiket KA Jarak Jauh dan layanan KA Lokal sepanjang kuartal I-2026.
Capaian itu mendominasi 76,49 persen dari total penjualan tiket dibandingkan kanal lain seperti penjualan melalui mitra, Contact Center 121, website KAI, loket, dan vending machine.
Perlu diketahui, angka ini merupakan jumlah transaksi, bukan jumlah pelanggan, karena dalam satu kode booking/transaksi dapat mencakup beberapa penumpang dalam satu perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tingginya transaksi melalui Access by KAI menunjukkan perubahan perilaku pelanggan yang semakin mengandalkan layanan digital dalam merencanakan perjalanan.
“Access by KAI kini menjadi bagian dari keseharian pelanggan dalam mengatur perjalanan. Kemudahan akses, kecepatan, serta integrasi layanan membuat pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih praktis dalam satu aplikasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).
Selain pembelian tiket KA Jarak Jauh, Access by KAI menghadirkan ekosistem layanan digital yang semakin lengkap. Fitur seperti pemesanan hotel, layanan E-Porter (bantuan porter di stasiun), serta pembayaran listrik tersedia dalam satu aplikasi.
"Access by KAI juga menjadi penghubung ke berbagai layanan transportasi lanjutan seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek, yang sebagian memiliki aplikasi tersendiri," kata dia.
Kinerja Access by KAI berjalan seiring dengan pertumbuhan layanan KAI Group secara keseluruhan. Sepanjang Januari-Maret 2026, KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan, meningkat 9,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 116.451.006 pelanggan.
Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI melayani 14.515.350 pelanggan, meningkat 18,40 persen dibanding 12.261.632 pelanggan pada kuartal I-2025. Pergerakan masyarakat pada periode ini turut dipengaruhi oleh momentum Lebaran, ketika mobilitas antarkota meningkat signifikan.
Di sisi lain, mobilitas harian juga terus berjalan dengan intensitas tinggi. KAI Commuter melayani 101.382.889 pelanggan, meningkat 8,11 persen dibanding 93.773.976 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah, dan kembali lagi,” kata Anne.
LRT Jabodebek melayani 7.754.946 pelanggan, meningkat 22,10 persen dibanding 6.351.283 pelanggan pada kuartal I-2025. Pertumbuhan ini mencerminkan kawasan penyangga Jakarta yang semakin aktif dengan kebutuhan mobilitas yang cepat dan terhubung.
Layanan KAI Bandara melayani 1.755.275 pelanggan, meningkat 8,48 persen dibanding 1.618.119 pelanggan pada tahun sebelumnya.
Di Medan, KA Srilelawangsa menghubungkan masyarakat dengan Bandara Kualanamu. Sedangkan di Yogyakarta, KA Bandara YIA menjadi bagian dari perjalanan menuju kawasan wisata dan pusat aktivitas.
LRT Sumsel melayani 1.084.242 pelanggan, meningkat 7,38 persen dibanding 1.009.737 pelanggan pada kuartal I-2025, menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan kawasan Jakabaring.
Whoosh melayani 1.408.815 pelanggan, meningkat 4,07 persen dibanding 1.353.760 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perjalanan Jakarta–Bandung kini terasa lebih singkat dan efisien.
KA Makassar–Parepare melayani 75.421 pelanggan, meningkat 66,45 persen dibanding 45.312 pelanggan pada kuartal I-2025. Pertumbuhan ini mencerminkan semakin diterimanya layanan kereta api di wilayah timur Indonesia.
KAI Wisata melayani 78.134 pelanggan, meningkat 110,10 persen dibanding 37.187 pelanggan pada tahun sebelumnya. Perjalanan dengan kereta panoramic, kereta wisata, hingga kereta istimewa menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan.
Anne menambahkan, pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital Access by KAI sebagai bagian dari perencanaan perjalanan.
“Access by KAI hadir untuk memudahkan berbagai kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi. Dari tahap perencanaan hingga keberangkatan, pelanggan dapat mengatur perjalanan dengan lebih praktis dan terhubung,” kata Anne.
(Dhera Arizona)










