Iran Tolak Perpanjangan Gencatan Senjata yang Diumumkan Trump

Iran Tolak Perpanjangan Gencatan Senjata yang Diumumkan Trump

Terkini | idxchannel | Rabu, 22 April 2026 - 09:34
share

IDXChannel - Iran menolak perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

"Saya telah mengarahkan militer kita untuk melanjutkan blokade dan tetap bersiap, dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai (Iran) mengajukan proposal perdamaian," kata Trump di platform media sosial Truth Social.

Dilansir dari The Mirror pada Rabu (22/4/2026), Trump membuat komentar tersebut menjelang berakhirnya gencatan senjata selama dua minggu antara kedua belah pihak. 

Pernyataan itu juga dibuat setelah rencana putaran kedua pembicaraan damai antara AS dan Iran di Pakistan mengalami kegagalan. Teheran menolak untuk mengirimkan delegasi ke negara Asia Selatan Itu.

Menurut penasihat pimpinan parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, perpanjangan gencatan senjata ini hanyalah taktik untuk mengulur waktu.

“Perpanjangan gencatan senjata oleh Trump tidak ada artinya. Pihak yang kalah tidak dapat menetapkan syarat. Melanjutkan blokade maritim tidak berbeda dengan pengeboman, dan respons militer diperlukan," kata Mohammadi di platform media sosial X.

"Lebih jauh lagi, perpanjangan gencatan senjata oleh Trump jelas merupakan taktik penundaan untuk menyiapkan serangan mendadak," katanya.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa negaranya tidak meminta perpanjangan gencatan senjata.

AS telah berperang dengan Iran sejak 28 Februari. Washington saat itu melancarkan serangan gabungan dengan Israel ke Negeri Mullah itu.  

Iran membalas dengan menyerang berbagai lokasi di Timur Tengah dan menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur laut penting bagi 20 persen perdagangan minyak global. 

Seusai kegagalan pembicaraan damai awal bulan ini, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Langkah ini bertujuan untuk memaksa Iran untuk membuka jalur laut tersebut. 

Namun, Iran menyatakan tidak akan membuka Selat Hormuz, dan bersumpah untuk melawan blokade AS dengan kekerasan jika perlu. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik