34 Kapal Tanker Iran Lolos dari Blokade AS di Selat Hormuz, Bawa 10 Juta Barel Minyak
IDXChannel - Setidaknya 34 kapal tanker yang terkait dengan Iran berhasil melewati blokade laut oleh Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.
Dilansir dari The Financial Times pada Kamis (23/4/2026), sebagian kapal tersebut diketahui membawa minyak mentah Iran.
Washington mulai memberlakukan blokade pada 13 April, menargetkan semua kapal yang memasuki atau meninggalkan perairan Iran.
Pada 16 April, pembatasan diperluas untuk mencakup semua kapal Iran di laut lepas, serta kapal yang mengangkut barang terkait militer Iran.
Sejauh ini, pasukan AS telah menyita satu kapal kontainer di Teluk Oman dan mencegat sebuah kapal tanker di Samudera Hindia.
Pada Selasa, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa pasukan AS telah memerintahkan 28 kapal untuk berbalik sejak dimulainya blokade.
Dalam sebuah wawancara televisi awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengklaim blokade ini mencatat kesuksesan yang besar.
Di satu sisi, Trump bersikukuh tidak akan mencabut blokade sampai Iran menerima proposal perdamaian dari Washington. Di sisi lain, Teheran menolak untuk melanjutkan negosiasi selama blokade masih berjalan.
Menurut The Financial Times, sejak blokade dimulai, setidaknya 19 kapal tanker yang terkait dengan Iran berhasil meninggalkan Teluk Persia, sementara 15 lainnya memasuki Teluk Persia dari Laut Arab dalam perjalanan menuju Iran.
Di antara kapal-kapal itu, setidaknya enam dilaporkan membawa minyak mentah Iran. Totalnya mencapai 10,7 juta barel dengan nilai sekitar USD910 juta atau sekitar Rp15 triliun.
Konflik antara Washington dan Iran dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Negeri Mullah itu, yang memicu serangan balasan Teheran terhadap aset dan pangkalan AS di seluruh Timur Tengah.
Ancaman Iran secara efektif menutup Selat Hormuz yang penting bagi perdagangan minyak dunia. Pekan lalu, AS memulai blokade tandingan untuk menekan Iran.
Iran sempat mencabut kendalinya atas Selat Hormuz pada Jumat lalu, tetapi memberlakukannya kembali sehari kemudian setelah Trump mengatakan bahwa blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku. (Wahyu Dwi Anggoro)









