Proyek PSEL Jakarta Digenjot, Investasi Tembus Rp17,3 Triliun

Proyek PSEL Jakarta Digenjot, Investasi Tembus Rp17,3 Triliun

Terkini | idxchannel | Senin, 4 Mei 2026 - 19:24
share

IDXChannel – Pemerintah mempercepat penanganan darurat sampah di DKI Jakarta melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini didukung pendanaan dari Danantara dengan nilai investasi diperkirakan mencapai USD1 miliar atau setara Rp17,3 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan persoalan sampah di ibu kota telah menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, timbunan sampah Jakarta mencapai sekitar 9.000 ton per hari, dengan sekitar 87 Persen masih mengandalkan sistem open dumping.

Kondisi tersebut tercermin di TPST Bantar Gebang yang disebut telah melampaui kapasitas, bahkan ketinggian timbunan sampahnya diibaratkan setara gedung 16 hingga 17 lantai.

“Baru saja penandatanganan (PSEL antara Danantara dengan Pemprov DKI). Ini adalah kontrak dengan jutaan warga Jakarta, bahwa sampah mereka tidak akan terus menumpuk, berbau, dan membanjiri jalan mereka lagi. Insyaallah dua tahun lagi. Ini adalah tindak lanjut dari arahan tegas Bapak Presiden, 100 persen sampah Indonesia terolah dengan baik, insyaallah nanti doakan pada tahun 2029,” ujar Zulkifli dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan skema investasi pembangunan PSEL akan bergantung pada kapasitas pengolahan. Ia menyebut estimasi biaya sekitar USD1 miliar untuk kapasitas 8.000 ton sampah per hari.

“Jadi ini kalau saya bicara 8 ribu ya, investasinya kurang lebih 1 billion USD. Tapi mungkin kita akan bangunnya bisa jadi lebih dari 8 ribu. Kenapa? Untuk bisa ambil sampah lamanya. Karena harapannya nanti di Bantar Gebang itu bersih,” kata Rosan.

Menurutnya, proyek ini tidak hanya dirancang untuk mengolah sampah baru, tetapi juga sampah lama yang telah menumpuk selama bertahun-tahun. Kapasitas fasilitas bahkan berpotensi ditingkatkan hingga 10.000–12.000 ton per hari guna membersihkan seluruh timbunan di Bantar Gebang.

“Dengan teknologi yang baru ini sampah lama pun bisa diambil juga. Tidak hanya sampah baru saja. Tapi semua sampah lama dan baru itu bisa diolah tanpa perlu dipisah-pisahkan lagi,” ujarnya.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik