Harga CPO Naik 2 Hari Ditopang Minyak Nabati Pesaing
IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis (11/6/2026), didorong kenaikan harga minyak nabati pesaing.
Kontrak minyak sawit acuan untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,48 persen menjadi 4.560 ringgit Malaysia per ton hingga pukul 16.04 WIB.
Seorang trader berbasis di Kuala Lumpur mengatakan, dikutip Reuters, pergerakan pasar ditopang oleh penguatan harga minyak nabati pesaing selama perdagangan Asia.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,51 persen, sementara kontrak minyak sawitnya meningkat 0,88 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga menguat 0,38 persen.
Harga minyak sawit bergerak mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar dalam industri minyak nabati global.
Harga minyak mentah melonjak setelah Teheran menyatakan bahwa jalur energi strategis Selat Hormuz ditutup menyusul serangan tambahan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan melancarkan serangan lebih besar jika kesepakatan damai tidak tercapai.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Sementara itu, ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,05 persen terhadap dolar AS. Kondisi tersebut membuat komoditas ini sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Stok minyak sawit Malaysia meningkat untuk bulan kedua berturut-turut pada Mei karena penurunan ekspor masih lebih besar dibandingkan penurunan produksi, berdasarkan data regulator industri.
Surveyor kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-10 Juni naik antara 3,5 persen hingga 4,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya. (Aldo Fernando)








