Survei Jobstreet 2026, Karyawan Gen Z Paling Proaktif Negosiasi Kenaikan Gaji ke HR
IDXChannel—Jobstreet by SEEK baru saja meluncurkan laporan eksklusif ‘Salary Pulse’. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa Gen Z (<29 tahun) adalah generasi karyawan yang paling proaktif dalam bernegosiasi gaji dengan HRD.
Laporan tersebut dibuat berdasarkan survei online pada Februari 2026 yang diikuti oleh 1.010 partisipan dari kalangan pekerja profesional di usia 18-64 tahun.
Dalam survei tersebut, didapati bahwa Gen Z adalah generasi karyawan yang paling proaktif dalam bernegosiasi gaji dengan perusahaan. Sebanyak 60 persen partisipan Gen Z merasa nyaman untuk meminta kenaikan gaji.
Gen Z juga merasa percaya diri untuk bertindak ketika kenaikan gaji yang diberikan tidak sesuai harapan. Sebanyak 28 persen partisipan mengatakan akan bernegosiasi dengan manajer atau HR untuk meminta angka gaji yang lebih tinggi.
Sebanyak 28 persen partisipan mengatakan akan meminta benefit tambahan jika kenaikan gajinya tidak memuaskan. Rasa percaya diri ini tercermin dari cara Gen Z mendiskusikan topik kenaikan gaji.
Sebanyak 60 persen partisipan memilih untuk proaktif memulai diskusi terlebih dahulu dengan manajernya, sementara 22 persen lainnya memilih untuk tinjauan tahunan (scheduled review) untuk kenaikan gaji.
Selain itu, sisi proaktif ini juga membuahkan hasil. Setidaknya sebanyak 72 persen di antaranya menerima kenaikan gaji dalam 12 bulan terakhir, jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan rata-rata pasar tenaga kerja yang hanya 62 persen.
Dalam laporan yang sama, diketahui bahwa generasi X paling kurang proaktif dalam menegosiasikan gaji. Hanya 37 persen yang bersedia menginisiasi pembicaraan kenaikan gaji dengan manajernya.
Meskipun partisipan Gen Z tercatat paling proaktif bernegosiasi gaji, dalam laporan ini, Gen Z juga tercatat memiliki tingkat kepuasan gaji yang cukup besar, 45 persen di antaranya merasa dibayar dengan bayar dan 65 persen merasa senang dengan gajinya sekarang.
Padahal, survei ‘Salary Pulse’ juga menyebutkan bahwa Gen Z dibayar lebih rendah dibandingkan dengan karyawan generasi milenial dan generasi X secara rata-rata. Sebanyak 42 persen Gen Z digaji di bawah Rp4 juta per bulan.
(Nadya Kurnia)









