KLH Minta Daerah Waspadai Kebakaran TPA di Tengah Ancaman El Nino
IDXChannel – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino
Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH Diaz Hendropriyono mengatakan, pemerintah telah menerbitkan surat edaran kepada kepala daerah sebagai pedoman dalam mengantisipasi potensi kebakaran TPA, menyusul peringatan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengenai meningkatnya dampak El Nino.
"Pak Menteri telah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah untuk mengantisipasi potensi kebakaran. WMO juga telah memberikan peringatan bahwa El Nino diperkirakan akan semakin berat, sehingga seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran TPA," ujar Diaz.
Dalam kunjungan tersebut, Diaz menegaskan bahwa keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Jatiwaringin menjadi prioritas utama. Menurutnya, perubahan arah angin sewaktu-waktu dapat membawa asap ke kawasan permukiman sehingga pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, penanganan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga skenario evakuasi apabila diperlukan.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin telah memasuki hari kelima. Asap pertama kali terpantau warga pada 28 Juni 2026, sementara kebakaran membesar pada 30 Juni 2026.
Diaz menjelaskan karakteristik kebakaran di lokasi tersebut menyerupai kebakaran lahan gambut. Meski api di permukaan tampak padam, bara api masih dapat bertahan di lapisan bawah timbunan sampah dan berpotensi memicu ledakan akibat gas metana (CH4).
Selain mengutamakan keselamatan warga, KLH/BPLH juga mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran karena berisiko terdampak paparan asap. Perlindungan terhadap petugas dan para pemulung yang beraktivitas di sekitar TPA juga menjadi perhatian pemerintah.
Untuk mendukung proses penanganan, KLH/BPLH telah melakukan pemantauan menggunakan drone serta mengoperasikan dua unit mobile monitoring system guna memantau kualitas udara, termasuk kadar sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), PM10, dan PM2.5. Hasil pemantauan menunjukkan beberapa parameter telah melampaui baku mutu.
Diaz juga mengapresiasi dukungan Kementerian Kehutanan yang mengerahkan 30 personel Manggala Agni untuk membantu proses pemadaman. Menurutnya, keahlian tim tersebut dalam menangani kebakaran lahan gambut sangat dibutuhkan karena api masih menyala di bagian bawah timbunan sampah sehingga tidak cukup dipadamkan hanya dengan penyiraman dari permukaan.
Di sisi lain, Diaz memastikan program pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy/WTE) tetap berjalan. Ia berharap pemerintah daerah menjaga lahan yang telah dialokasikan agar dapat mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah nasional.
(Shifa Nurhaliza Putri)










