PSEL Perdana, Proyek Pengolahan Sampah Danantara di Bali Resmi Dibangun
IDXChannel - Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) meresmikan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Bali. Langkah ini menandai babak baru pengelolaan sampah nasional yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Dengan lebih dari 140.000 ton sampah yang dihasilkan Indonesia setiap hari, PSEL hadir sebagai solusi atas tantangan yang berdampak pada lingkungan, kesehatan, iklim, dan produktivitas ekonomi. Bagi Bali, pengelolaan sampah berkelanjutan menjadi fondasi daya saing daerah dalam melindungi ekosistem, kualitas hidup masyarakat, dan keberlangsungan pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Pulau Dewata.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, masalah sampah adalah tantangan yang harus diselesaikan bersama secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang.
"PSEL hadir untuk mengatasi dampak sampah terhadap lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti. Pelaksanaan PSEL oleh Danantara Indonesia tidak hanya dilakukan secara cepat, tetapi juga dengan penuh kehati-hatian dan standar tata kelola tertinggi," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).
PSEL Bali dirancang menggunakan moving grate incinerator, teknologi yang digunakan mayoritas fasilitas PSEL yang beroperasi di dunia. Teknologi ini dipilih karena keandalan operasionalnya yang telah terbukti serta kesesuaiannya dengan karakteristik sampah perkotaan di Indonesia.
Fasilitas PSEL Bali dirancang mengikuti standar lingkungan Eropa atau European Industrial Emissions Directive (EU IED), sebagai acuan pengendalian emisi yang ketat. Gas buang dari proses pembakaran sempurna akan melewati sistem pengendali polusi udara atau Air Pollution Control System (APCS) berlapis sebelum dilepaskan ke udara. PSEL Bali diproyeksikan dapat menurunkan hingga 80 persen emisi per ton sampah dibandingkan metode pembuangan terbuka ke TPA, serta menciptakan hingga 1.200 lapangan kerja hijau dalam masa konstruksi dan operasional.
Dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, Danantara mempercayakan Nusantara Bali New Energy sebagai Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP). Nilai investasi proyek PSEL Bali mencapai Rp3 triliun dengan kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari. Proyek ini ditargetkan beroperasi pada semester I-2028.
Dalam rangkaian peresmian tersebut dilakukan juga penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero). Perjanjian ini menjadi landasan komersial bagi penyerapan listrik yang dihasilkan dari fasilitas PSEL Bali ke jaringan PLN, sehingga memberikan kepastian offtake dan keberlanjutan operasional proyek dalam jangka panjang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyampaikan terima kasih kepada Danantara Indonesia, pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pihak yang bekerja bersama mewujudkan dimulainya pembangunan PSEL Bali. Dia menilai program ini dapat berjalan karena hambatan regulasi yang selama bertahun-tahun memperlambat penyelesaian persoalan sampah mulai kita sederhanakan melalui deregulasi.
"Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat kita percepat untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)P










