AHY Bagi-bagi Sertifikat Tanah Elektronik ke Masyarakat Tengger, Dukung UMKM Pariwisata Berkembang

AHY Bagi-bagi Sertifikat Tanah Elektronik ke Masyarakat Tengger, Dukung UMKM Pariwisata Berkembang

Berita Utama | inews | Minggu, 29 September 2024 - 14:05
share

PROBOLINGGO, iNews.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membagikan sertifikat tanah elektronik bagi masyarakat di  Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan pada Kamis (26/9) siang.

Tercatat, ada 30 Sertifikat Tanah Elektronik hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dibagikan kepada masyarakat yang berada di dekat gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tersebut.

“Bapak, Ibu sekalian, saya datang ke Probolinggo alhamdulillah ini sebuah perjalanan yang mengesankan, pemandangan alam yang begitu indah, sejuk udaranya, dan masyarakatnya begitu ramah. Dengan sertifikat yang kami serahkan, artinya tanah Bapak/Ibu telah sah secara hukum, tidak perlu lagi khawatir tanahnya diserobot oleh siapa pun,” ujar AHY dikutip iNews.id, Minggu (29/9/2024).

Menurut AHY, Desa Ngadisari merupakan wilayah tanah adat. Namun dalam proses pensertifikatannya tetap harus mendapatkan rekomendasi dari kepada desa setempat. Maka dari itu, ia berharap dengan sertifikat tanah yang kini dimiliki masyarakat bisa ikut mengembangkan UMKM yang mendukung pariwisata lokal.

“Kecamatan ini juga semakin baik dari sisi pariwisata, ekonomi kreatifnya karena pasti penyediaan penginapan-penginapan, kemudian saya lihat tadi banyak ada 800 unit Jeep, 400 ekor kuda, dan lain sebagainya. Ini merupakan UMKM yang perlu kita kembangkan. Dengan demikian, pemerintah setempat, jajaran Forkopimda bisa saling bersinergi memajukan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan, kami Kementerian ATR/BPN akan menjadi bagian dari itu,” tutur dia.

Selain pariwisata, masyarakat juga dapat mengembangkan perkebunannya di wilayah tersebut. Sertifikat tanah ini sudah menjadi kebutuhan yang dinantikan oleh warga, salah satunya Sri Wilis (41) yang menggantungkan hidupnya dengan berkebun.

“Kalau di sini ditanami palawija itu bermacam-macam. Dulu ada program seperti ini, harus diajukan sendiri kan pakai biaya, tetapi program ini gratis. Terima kasih karena sudah ada program PTSL, jadi tanah yang di sini sudah bersertifikat. Terima kasih Pak AHY,” kata Sri Wilis.

Turut mendampingi Menteri AHY dalam kesempatan ini, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur beserta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Probolinggo. Turut hadir, Tokoh Masyarakat Adat Tengger serta Forkopimda setempat.

Topik Menarik