Profil KH Amal Fathullah Zarkasyi, Pimpinan Gontor yang Meninggal Dunia

Profil KH Amal Fathullah Zarkasyi, Pimpinan Gontor yang Meninggal Dunia

Nasional | inews | Minggu, 4 Januari 2026 - 11:22
share

PONOROGO, iNews.id – Dunia pendidikan Islam di Indonesia berduka. Salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi, meninggal dunia pada Sabtu (3/1/2026) siang.

Almarhum wafat saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Solo, Jawa Tengah. Semasa hidupnya, sosok KH Amal Fathullah dikenal sangat getol terhadap kemajuan pendidikan pesantren di Indonesia.

Profil KH Amal Fathullah Zarkasyi

Semasa hidupnya, Kiai Amal tidak hanya mengemban amanah sebagai pimpinan Pondok Gontor, tetapi juga menjabat sebagai Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Beliau merupakan tokoh kunci di balik lahirnya Undang-Undang Pesantren. 

Menyadur situs resmi Pondok Modern Gontor, KH Amal Fathullah Zarkasyi, ialah figur yang lahir di Ponorogo pada 4 November 1949. Beliau merupakan salah satu santri dari trio pendiri Pondok Modern Darussalam yaitu KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, serta KH Imam Zarkasyi. 

Almarhum Amal mengawali pendidikan tingginya tatkala lulus sebagai sarjana muda pada Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Pondok Modern Darussalam Gontor di tahun 1973. Berikutnya, beliau meneruskan pelajarannya dengan berkuliah di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan memperoleh gelar sarjana di tahun 1978. 

Belum puas, Amal meniti studi magister pada Universitas Kairo, Mesir, serta mendalami jurusan Filsafat Islam Fakultas Darul Ulum. Beliau lulus di tahun 1986. Selanjutnya, beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Aqidah pada Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor di tahun 2014. 

Di samping itu, Amal pun pernah mendapatkan Doctor Honoris Causa pada bidang Dirasat Islam dari Fatoni University, Thailand, di tahun 2017. Perihal rekam jejak kariernya, Amal ialah pengajar di Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor semenjak 1969. Kemudian, pada tahun 1978-1980, dirinya pernah menjabat dosen di Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Gontor. 

Amal pun tercatat sempat menjabat Dekan Fakultas Ushuluddin IPD Gontor selama 12 tahun sedari 1988-2000. Malahan, dirinya juga pernah menduduki posisi Rektor UNIDA Gontor selama enam tahun sedari 2014-2020. Sementara, mandatnya selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor diemban sejak 2020 hingga tutup usia. 

Selama hidup, Amal pun telah menyusun sejumlah literatur dengan judul Theology Hindu Dharma and Islam (1996), Manhaj al-Bahth al-Falsafi (1997) Ilmu Kalam (1998), al-Salaf wa al-Salafiyyah fi al-Fikr al-Silami (2002), serta Nazariyah al-Fana' 'inda Abi Yazid al-Bustami (2003). Serta, bertajuk al-Ittijah al-Salafi al-Fikr al-Islami al-Hadith bi Indonesiya (2006), dan Aqidah al-Tawhid 'inda al-Falasifah wa al-Mutakallimin wa al-Sufiyah (2009).

Sosok Intelektual dan Penggagas UU Pesantren 

Melalui kegigihannya, pendidikan pesantren kini diakui setara dengan pendidikan umum sesuai jenjangnya. Berkat jasanya, para santri di seluruh Indonesia tidak lagi diwajibkan mengikuti ujian kesetaraan untuk mendapatkan pengakuan formal dari negara. 

"Konsistensi beliau pada dunia pendidikan pesantren sangat tinggi. Beliau memastikan bahwa pesantren memiliki standar pendidikan tinggi yang mumpuni," kenang adik kandung almarhum, KH Hamid Fahmy Zarkasyi. 

Rumah duka hingga kompleks Keprabon di dalam Pondok Gontor dipadati oleh pentakziah yang terus mengalir hingga Sabtu malam. Sejumlah tokoh nasional, termasuk Prof. Din Syamsuddin, tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. 

Setelah disemayamkan dan disalatkan di rumah duka, ribuan santri menggelar doa bersama (tahlil) yang menggema di seluruh area pesantren. Suasana takzim terasa kental saat para santri melepas kepergian guru bangsa tersebut. 

Jenazah almarhum tiba di rumah duka di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, sekitar pukul 20.00 WIB. Isak tangis dan doa dari ribuan santri menyambut kedatangan sang kiai yang dikenal sangat konsisten dalam memperjuangkan martabat pesantren.

Rencananya, jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi dimakamkan di pemakaman khusus keluarga Pondok Gontor pada Minggu (4/1/2026) siang. Hingga berita ini diturunkan, arus pelayat dari berbagai daerah di Indonesia masih terus berdatangan ke Ponorogo untuk memberikan penghormatan terakhir. 

Topik Menarik