Arsenal Gagal Taklukkan Liverpool, Mikel Arteta Tetap Bangga
LONDON, iNews.id – Arsenal gagal menaklukkan Liverpool pada lanjutan Liga Inggris 2025-2026, tetapi pelatih Mikel Arteta tetap menunjukkan rasa bangga terhadap performa timnya
setelah melewati periode Natal dengan hasil impresif.
The Gunners harus puas meraih satu poin usai bermain imbang tanpa gol melawan Liverpool di Emirates Stadium, London, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut terasa seperti kesempatan yang terlewat, meski Arsenal masih nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan enam poin.
Pertandingan berlangsung dengan tempo sedang dan minim kualitas serangan. Arsenal kesulitan membangun momentum pada babak kedua dan gagal memaksimalkan dominasi yang sempat terlihat di awal laga.
Mikel Arteta mengakui hasil imbang ini meninggalkan rasa kurang puas. Namun dia menilai situasi klasemen Arsenal bisa jauh lebih baik seandainya detail kecil berpihak pada timnya.
“Ya, setiap kali kamu tidak menang, rasanya seperti kehilangan kesempatan, tetapi kami bisa saja unggul 12, 15, atau bahkan 20 poin,” ujar Arteta, dikutip dari The Standard.
Pelatih asal Spanyol itu lalu mengalihkan fokus pada pencapaian Arsenal selama jadwal padat akhir tahun. Dia menilai performa tim di periode Natal patut mendapat pengakuan besar.
“Saya benar-benar harus memuji para pemain secara individu atas apa yang mereka lakukan di periode Natal ini, karena tuntutan jadwal sangat tidak masuk akal dan apa yang mereka lakukan sungguh luar biasa,” kata Arteta.
Dominasi Tanpa Gol dan Disiplin Pertahanan
Arteta menegaskan Arsenal tetap berada di posisi kuat meski menghadapi berbagai kendala. Dia menilai para pemain layak mendapat apresiasi luas.
“Keluar dari periode ini dengan semua masalah yang kami alami dan tetap berada di posisi kuat seperti sekarang, menurut saya para pemain pantas mendapat pujian saya dan pengakuan semua orang,” ucap dia.
Dalam laga melawan Liverpool, Arsenal tampil lebih dominan pada babak pertama. Serangan kerap mengalir dari sisi kanan melalui kombinasi Jurrien Timber dan Bukayo Saka.
Masalah utama muncul pada penyelesaian akhir. Umpan silang yang dilepaskan gagal dimanfaatkan Viktor Gyokeres, yang hanya mencatatkan tujuh sentuhan selama lebih dari satu jam berada di lapangan.
Arteta menilai pergerakan pemain sebenarnya sudah sesuai rencana. Namun ada ruang yang tidak terisi di momen krusial.
“Pergerakannya ada, kedatangannya ada, pemainnya ada,” ujar Arteta.
“Ada dua atau tiga situasi bola melintas dan kami perlu mengisi ruang yang tidak kami isi untuk mencetak gol, tetapi di banyak area lain situasinya sebenarnya ada,” lanjut dia.
Arteta membandingkan laga ini dengan kemenangan Arsenal atas Aston Villa. Menurut dia, efektivitas di area kotak penalti menjadi pembeda utama dalam pertandingan besar.
“Melawan Villa kami sangat bagus dalam hal itu dan setiap kali kami melakukan itu, itulah alasan kamu memenangkan pertandingan besar. Hari ini kami gagal melakukannya,” tutur Arteta.
Meski gagal mencetak gol, Arteta menyoroti disiplin pertahanan Arsenal. Dia menilai timnya tidak memberi peluang berarti kepada Liverpool selaku juara bertahan.
“Dengan kegagalan itu setidaknya kami sangat disiplin dan sama sekali tidak kebobolan apa pun dari sang juara,” tutup Arteta.










