Budhius Piliang Muncul usai Disomasi Demokrat, Beri Pengakuan Mengejutkan
JAKARTA, iNews.id - Sudiro Wi Budhius M Piliang muncul ke publik usai disomasi Partai Demokrat terkait tudingan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat dalam isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dia memberikan klarifikasi.
Budhius mengklaim akun TikTok @sudirowibudhiusmp yang dilaporkan Demokrat ke Polda Metro Jaya bukan miliknya. Dia mengaku memiliki dua akun TikTok, alah satunya sesuai dengan nama pribadinya di KTP dan akun lainnya baru dibuat dengan nama 'Anak Sulung Mulyono'.
"Saya enggak aktif di dua-duanya," kata Budhius dalam konferensi pers di Matraman, Jakarta Timur, Jumat (9/1/2026).
Dia membeberkan kronologi percakapan dengan salah satu kader Demokrat, Kamhar Lakumani yang mengirimkan akun TikTok @sudirowibudhiusmp pada 31 Desember 2025. Saat itu, kata dia, Kamhar menyampaikan Demokrat akan melayangkan somasi dan membuka peluang menempuh jalur hukum jika konten tersebut tidak dihapus atau di-take down.
Dalam komunikasi itu, dia menjelaskan konten yang diunggah istrinya sejatinya merupakan produksi channel YouTube Kajian Online. Bahkan, kata dia, tidak ada pernyataan baru yang terindikasi fitnah dalam konten tersebut.
Budhius menyampaikan siap menurunkan ungguhan konten tersebut dengan catatan konten sejenis lainnya juga diterapkan hal yang sama.
Malam harinya, lanjut dia, Kamhar mengatakan Demokrat telah meminta akun Kajian Online untuk melakukan takedown. Atas dasar itu, Budhius akhirnya meminta istrinya melakukan hal yang sama, dengan harapan Demokrat tak melanjutkan ke proses hukum.
"Saya setuju dengan imbauan itu karenanya karena kita saling menghormati pertemanan kita, saya akan takedown juga hal yang dianggap menyinggung Pak SBY. Dan lewat Mas Kamhar pun tadi saya sudah titip permohonan maaf ke Pak SBY. Artinya kita hentikan sampai di sini dan tidak akan terulang kembali," ujarnya.
Singkat cerita, beredar di media sosial bahwa akun TikTok @sudirowibudhiusmp disomasi. Padahal, konten yang dipersoalkan itu sudah di-takedown.
Budhius menyatakan apa yang dibahas dalam percakapan tersebut tidak ada yang terealisasi. Bahkan, dia menuding Kamhar sebagai pengubung sudah ingkar janji.
"Jadi saya menilai ini terkesan Badan Hukum Pengamanan Partai Demokrat ini terlalu buru-buru, ceroboh, gegabah," tuturnya.
Selama proses somasi hingga berujung laporan ke polisi, Budhius mengaku tidak pernah menerima surat tersebut. Padahal, kata dia, sejumlah kader Demokrat memiliki nomor pribadinya, tapi tidak ada yang memberitahu satu pun.
"Saya selama ini diam kenapa enggak bereaksi karena saya belum menerima, istri saya juga belum menerima berkasnya itu kayak apa. Kalau Demokrat atau AHY mengatakan bahwa kami sudah menerima, buktikan kepada saya tanda terimanya," kata dia.
Diketahui, Demokrat melayangkan somasi kepada Budhius Piliang buntut tudingan SBY terlibat isu ijazah Jokowi.
Surat somasi diteken enam advokat dari Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat yakni Muhajir, Cepi Hendrayani, Jimmy Himawan, Novianto Rahmantyo, Nurhidayat Umacina dan Teuku Irmansyah Akbar. Adanya surat ini dibenarkan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.
Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat mempermasalahkan salah satu unggahan Budhius yang menuding SBY berada di balik isu ijazah Jokowi.
Dalam video itu disebutkan "SBY harus memutar otak tidak bisa bermain bersih", kemudian menyebut salah satu cara menjatuhkan lawan politik yakni dengan isu ijazah agar Jokowi tidak bisa fokus lagi menjadi 'king maker' di Pilpres.
Video tersebut dinilai telah merusak citra Partai Demokrat termasuk SBY.
Demokrat lantas melaporkan empat akun medsos ke Polda Metro Jaya terkait tudingan SBY terlibat dalam isu ijazah Jokowi. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/97/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 5 Januari 2026.
Terdapat empat akun medsos yang dilaporkan, yakni channel YouTube @AGRI FANANI, @Bang bOy YTN, @KajianOnline, dan akun TikTok @sudirowibudhiusmp.










