Trump Siap Beli Greenland, Iming-imingi Rp1,6 Miliar ke Tiap Warga agar Mau Gabung AS

Trump Siap Beli Greenland, Iming-imingi Rp1,6 Miliar ke Tiap Warga agar Mau Gabung AS

Terkini | inews | Jum'at, 9 Januari 2026 - 23:31
share

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Donald Trump mempertimbangkan membayar tiap warga Greenland hingga 100.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp1,68 miliar (kurs Rp16.843 per dolar AS). Rencana itu dilakukan untuk mengajak para warga Greenland memisahkan diri dari Denmark dan bergabung ke AS.

Dilansir dari Reuters, Jumat (9/1/2026), para pejabat AS tengah membahas angka pasti yang akan disodorkan ke warga Greenland mulai dari 10.000 dolar AS (Rp168 juta) hingga 100.000 dolar AS. Dengan begitu, total dana yang dibutuhkan berkisar antara 500.000 dolar AS (Rp8,4 miliar) hingga hampir 6 miliar dolar AS (Rp101 triliun) untuk populasi sekitar 57.000 jiwa.

"Presiden (Trump) telah sangat terbuka dan jelas kepada Anda semua dan dunia bahwa ia memandang hal itu sebagai kepentingan terbaik Amerika Serikat untuk mencegah agresi Rusia dan Tiongkok di wilayah Arktik," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dikutip dari Fox News Digital.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio bakal bertemu dengan Menlu Denmark untuk membahas Greenland pekan depan.

Trump sebelumnya mengatakan AS harus mengakuisisi Greenland karena sumber daya mineralnya sangat penting untuk memajukan teknologi militer AS. Selain itu, dia berpandangan dunia barat harus berada di bawah pengaruh geopolitik Washington.

Menurut dia, Greenland dikelilingi kapal-kapal Rusia dan China. Denmark yang memerintah Greenland dinilainya tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan tingkat pertahanan dan pengawasan sesuai standar keamanan nasional AS.

"Ini sangat strategis. Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya," ujar Trump kepada wartawan di Air Force One beberapa waktu lalu. 

Merespons Trump, pihak berwenang Greenland dan Denmark menegaskan Greenland tidak dijual. Sejumlah pemimpin Eropa bahkan telah mengkritik rencana Trump tersebut.

Mereka menilai akuisisi Greenland oleh AS dapat merusak kepercayaan antara AS dan Denmark sebagai sekutu NATO. Berdasarkan perjanjian pertahanan NATO, sekutu wajib saling mendukung secara militer jika diserang, sehingga gagasan penjualan menjadi sangat sensitif.

"Ini sudah cukup. Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi isyarat. Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi," ujar Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dalam unggahan Facebook pada Minggu (4/1/2026).

Dia menambahkan, Greenland akan tetap menjadi bagian dari Denmark.

"Negara kami bukanlah sesuatu yang dapat Anda ingkari atau rebut sesuka hati. Sekali lagi, saya mendesak Amerika Serikat untuk mencari dialog yang saling menghormati melalui saluran diplomatik dan politik yang tepat dan memanfaatkan forum yang sudah ada berdasarkan perjanjian yang telah ada dengan Amerika Serikat. Dialog tersebut harus dilakukan dengan menghormati fakta bahwa status Greenland berakar pada hukum internasional dan prinsip integritas teritorial," tegas Nielsen.

Topik Menarik