Kelakar Purbaya ke Tito: Saya Ngambek kalau Uangnya Disediakan Pakai Utang Gak Dipakai

Kelakar Purbaya ke Tito: Saya Ngambek kalau Uangnya Disediakan Pakai Utang Gak Dipakai

Terkini | inews | Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:04
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar soal anggaran penanganan bencana Sumatra yang telah disediakan pemerintah, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh daerah. Candaan itu disampaikan Purbaya saat menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana DPR dengan pemerintah di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Awalnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian, sempat lupa menyebut nama Purbaya sebagai salah satu anggota tim pengarah. Tito kemudian melontarkan guyonan Purbaya bisa ngambek bila tak disebutkan.

“Saya lupa menyampaikan ini, kuwalat ini kalau enggak, nanti ini, karena kalau beliau ngambek, beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti,” ujar Tito disambut tawa peserta rapat.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan tidak akan ngambek hanya karena namanua lupa disebut. Namun, hal itu tak berlaku jika anggaran yang telah disiapkan justru tidak digunakan.

“Saya ngambek kalau uangnya sudah disediakan pakai utang, enggak dipakai juga. Jadi saya kumpulin uang banyak, gebukin orang pajak, bea cukai, ditumpuk di sana enggak dipakai. Sementara di sini bencananya masih susah masyarakatnya. Itu saja, Pak,” ujar Purbaya.

Purbaya menekankan persoalan utama penanganan bencana dan pascabencana bukan terletak pada ketersediaan dana. Dia memastikan pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran dalam jumlah besar ke daerah terdampak, khususnya Aceh.

“Kita sudah kirim di bulan Januari itu untuk Aceh saja Rp1,279 triliun. Jadi mereka cukup cash untuk geraklah kalau mau,” katanya.

Meski demikian, Purbaya mengakui masih terdapat kendala lain yang menghambat realisasi belanja daerah, terutama terkait administrasi.

“Tapi sepertinya kendalanya bukan cash saja, seperti administrasi yang tadi membuat mereka lambat juga. Jadi enggak masalah itu untuk cash. Jadi sekarang setiap bulan atau setiap awal bulan kita kirim ke daerahnya langsung tanpa permohonan,” ujarnya.

“Kita kirim sesuai dengan data setahun sebelumnya, dari situ kita prediksi. Jadi mereka enggak akan ada kekurangan dana untuk itu,” imbuhnya.

Dia meminta pemerintah daerah tidak ragu menggunakan anggaran yang telah ditransfer, mengingat dana tersebut memang disiapkan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana. 

“Jadi dana bukan kendala, Anda pakai saja,” tutur Purbaya.

Topik Menarik