Gempur Ukraina Pakai Rudal Oreshnik, Rusia: Peringatan untuk NATO
MOSKOW, iNews.id - Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia yang juga mantan presiden, Dmitry Medvedev, merilis rekaman video serangan rudal Oreshnik ke Ukraina bagian barat. Dia menegaskan serangan tersebut merupakan peringatan keras bagi para pemimpin negara Eropa yang mengotot untuk mengirim pasukan ke Ukraina.
Medvedev bahkan menyebut para pemimpin Eropa tersebut sebagai bodoh.
"Para penguasa Eropa yang bodoh itu menginginkan perang di Eropa. Sudah disampaikan ribuan kali, Rusia tidak akan menerima pasukan Eropa atau NATO di Ukraina," ujarnya, seraya menyebut satu pemimpin yang dimaksud yakni Presiden Prancis Emmanuel Macron, seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (11/1/2026).
Medvedev menegaskan, serangan Oreshnik yang memorak-porandakan Ukraina dalam serangan pada Jumat merupakan ganjaran yang sesuai.
Di kesempatan terpisah, Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) yang juga utusan khusus Presiden Vladimir Putin untuk kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing, Kirill Dmitriev, menegaskan tidak ada sistem pertahanan udara di dunia saat ini yang mampu melawan rudal hipersonik Oreshnik.
"Kaja tidak terlalu pintar atau berpengetahuan luas, tapi bahkan dia seharusnya tahu bahwa tidak ada pertahanan udara yang mampu melawan rudal hipersonik Oreshnik berkecepatan Mach 10," tulis Dmitriev, di media sosial X.
Bahkan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, memperingatkan negara-negara anggota untuk menggali lebih dalam persediaan sistem pertahanan udara masing-masing dan segera bertindak karena Oreshnik belum tertandingi.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan miiliternya melakukan serangan skala besar terhadap fasilitas-fasilitas penting di Ukraina pada Jumat lalu. Serangan tersebut melibatkan senjata jarak jauh berpresisi tinggi yang diluncurkan dari platform berbasis darat dan laut, termasuk Oreshnik, serta drone serang.
Serangan itu sebagai pembalasan atas gempuran Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Wilayah Novgorod pada 29 Desember 2025.









