Museum Persija Segera Dibangun di Ancol, Pramono Anung Siapkan Efek Ganda untuk JIS

Museum Persija Segera Dibangun di Ancol, Pramono Anung Siapkan Efek Ganda untuk JIS

Olahraga | inews | Minggu, 11 Januari 2026 - 13:15
share

JAKARTA, iNews.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunjukkan keseriusan membangun Museum Persija sebagai ikon baru sepak bola Ibu Kota yang akan berlokasi di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Proyek ini dirancang terintegrasi dengan Jakarta International Stadium (JIS) demi menghidupkan ekosistem olahraga dan hiburan.

Pramono menyampaikan langsung rencana tersebut saat memberi pidato dalam acara haul pahlawan nasional MH Thamrin di TPU Karet Bivak, Minggu (11/1/2026). Dia menegaskan Museum Persija menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan utara Jakarta.

"Saya sudah meminta di Ancol harus ada Museum Persija," kata Pramono.

Ancol dipilih karena dinilai memiliki posisi strategis. Kawasan ini berdekatan dengan JIS dan dirancang terhubung secara langsung melalui proyek infrastruktur baru yang sedang dipersiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Keberadaan Museum Persija di Ancol juga diharapkan menciptakan dampak ekonomi berlapis. Pramono menilai aktivitas pendukung seperti penjualan merchandise akan ikut berkembang seiring hadirnya museum tersebut.

"Supaya orang jualan merchandise-nya di sana. Itulah yang akan membuat hidup baik Ancol maupun JIS, dan juga Danau Cincin di sana," ujar Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan penghubung Ancol–JIS pada 25 Januari mendatang. Infrastruktur ini menjadi kunci untuk memaksimalkan akses antara dua kawasan tersebut.

Pramono menegaskan persoalan aksesibilitas selama ini menjadi kendala utama JIS. Menurut dia, perbaikan menyeluruh harus dilakukan agar stadion kebanggaan Jakarta itu bisa berfungsi optimal.

"Kalau jalannya tidak diperbaiki, KRL-nya tidak dijalankan, sampai kapanpun JIS itu akan menjadi problem. Maka untuk itu, nanti semuanya akan kita atur," ucap Pramono.

Dia menjelaskan konsep parkir terpusat di Ancol. Pengunjung yang hendak menonton pertandingan Persija atau konser di JIS cukup berjalan kaki sekitar 350 meter melalui akses penghubung yang disiapkan.

"Parkirnya di Ancol, kalau mau nonton ke JIS, apakah itu konser atau Persija lagi main dan sebagainya, hanya cukup jalan kaki 350 meter," katanya.

Bagi pengunjung yang tidak ingin berjalan kaki, pemerintah menyiapkan alternatif transportasi internal. Pramono memastikan opsi shuttle bus hingga buggy car akan tersedia.

"Kalau tidak mau jalan kaki, ada juga shuttle bus, ada juga motor buggy car. Maka dengan demikian, persoalan parkir yang selama ini menjadi masalah di JIS bisa parkir di Ancol," tambah Pramono.

Rencana pembangunan Museum Persija sekaligus penataan akses Ancol–JIS diharapkan menjadi solusi jangka panjang. Proyek ini tidak hanya menyentuh sepak bola, tetapi juga menggerakkan pariwisata, ekonomi kreatif, dan wajah baru kawasan utara Jakarta.

Topik Menarik