Beckham Putra Jawab Kontroversi Selebrasi Ice Cold usai Taklukkan Persija

Beckham Putra Jawab Kontroversi Selebrasi Ice Cold usai Taklukkan Persija

Olahraga | inews | Selasa, 13 Januari 2026 - 16:00
share

BANDUNG, iNews.id – Beckham Putra kembali mencuri sorotan usai melakukan selebrasi Ice Cold saat mencetak gol kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta dalam laga klasik Super League 2025/2026.

Gelandang Persib Bandung itu menjadi penentu kemenangan Pangeran Biru saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026). Gol cepat Beckham pada menit kelima mengantar Persib menang tipis 1-0.

Selebrasi Beckham langsung menyita perhatian publik. Dia merayakan gol dengan gestur Ice Cold, selebrasi khas yang identik dengan bintang Chelsea Cole Palmer. Aksi tersebut menjadi selebrasi Ice Cold kedua Beckham saat menghadapi Persija.

Beckham sebelumnya pernah melakukan selebrasi serupa dalam laga kontra Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, 16 Februari 2025. Namun momen itu berakhir pahit karena dia dijatuhi sanksi Komdis PSSI berupa larangan bermain tiga laga serta denda Rp75 juta akibat selebrasi dinilai memprovokasi.

Meski memiliki riwayat sanksi, Beckham tetap melakukan selebrasi yang sama. Dia menegaskan selebrasi Ice Cold murni ekspresi pribadi tanpa maksud memancing reaksi lawan maupun suporter.

“Ya ini sudah ikonik bagi saya dan ini adalah hal yang normal. Kalian bisa lihat juga ada pemain Chelsea yang melakukan itu dan saya pikir hal yang lumrah,” kata Beckham usai laga, dikutip Selasa (13/1/2026).

Pemain berusia 24 tahun itu menilai selebrasi tersebut sudah menjadi ciri khasnya di lapangan. Posisi Persib Bandung yang berada di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026 juga menjadi alasan emosional di balik perayaan tersebut.

“Ini jadi selebrasi ikonik saya. Kita juga di puncak jadi kenapa enggak selebrasi gitu,” ungkap Beckham.

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak ikut menanggapi selebrasi anak asuhnya. Menurut dia, ekspresi Beckham muncul akibat tensi tinggi laga klasik Persib kontra Persija.

“Beruntung hari ini tidak ada fans Persija di sini, sehingga dia tidak memprovokasi siapapun. Tetapi Anda bisa lihat, sepak bola adalah olahraga emosional, seperti ada kartu merah di pertandingan, itu bisa terjadi karena emosi,” ujar Hodak.

Pelatih asal Kroasia itu mengaku sudah mengingatkan pemainnya untuk mengontrol emosi sebelum pertandingan. Namun situasi laga besar kerap memunculkan luapan perasaan di lapangan.

“Sebelum pertandingan, saya bicara kepada mereka untuk mengontrol emosinya, tetapi ketika mereka bermain 100 persen dan mencetak gol di pertandingan seperti ini, tentu saja,” pungkas Hodak.

Topik Menarik