Alasan Menkes Larang Perempuan Berhubungan dengan Cowok Perokok

Alasan Menkes Larang Perempuan Berhubungan dengan Cowok Perokok

Gaya Hidup | inews | Rabu, 14 Januari 2026 - 19:33
share

JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan alasan di balik larangannya terhadap perempuan menjalin hubungan dengan pria perokok. Menurutnya, paparan asap rokok dari pasangan perokok berisiko besar mengancam kesehatan perempuan.

Pesan tersebut disampaikan Budi melalui video yang diunggah di akun media sosial pribadinya pada Senin (12/1/2026). Dia menegaskan, dampak rokok tidak hanya dirasakan perokok aktif, tetapi juga orang di sekitarnya yang menjadi perokok pasif.

“Buat para perempuan termasuk anakku sendiri. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar. Dia yang merokok tapi tubuhmu yang harus nanggung,” ujar Budi, Rabu (14/1/2026).

Budi menjelaskan asap rokok dapat menempel di udara, pakaian, rambut, hingga kulit orang lain. Kondisi tersebut membuat perempuan berisiko terpapar zat berbahaya dan menjadi perokok pasif tanpa disadari.

“Itu bisa masuk ke tubuhmu tanpa disadari dan bikin kamu jadi perokok pasif,” ucapnya.

Menurut Budi, perokok pasif justru memiliki risiko kesehatan yang serius. Salah satunya adalah peningkatan risiko kanker serviks yang disebut mencapai 40 persen lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak terpapar asap rokok.

“Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, bikin aktivitas harian jadi susah, bahkan mendekatkanmu dengan kematian,” kata Budi.

Dia menambahkan, karsinogen dalam asap tembakau dapat merusak DNA dan memicu kanker serviks. Paparan nikotin jangka panjang juga meningkatkan risiko kanker melalui peningkatan perkalian sel serta penekanan kematian sel secara normal.

Selain itu, asap rokok juga berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Paparan rokok dapat menurunkan imunitas terhadap Human Papillomavirus (HPV) karena jumlah sel darah putih yang melawan infeksi menjadi lebih sedikit.

Mengutip American Cancer Society, perempuan perokok memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker serviks dibandingkan perempuan yang tidak merokok. Produk sampingan tembakau bahkan ditemukan dalam lendir serviks perempuan perokok yang dapat mempercepat perkembangan kanker tersebut.

Meski demikian, Budi menyampaikan deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks kini sudah tersedia di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.

“Kabar baiknya, kalau kamu punya faktor risiko, kamu bisa screening kanker lewat layanan cek kesehatan gratis di Puskesmas,” ujarnya.

Layanan tersebut meliputi pemeriksaan payudara klinis, ultrasonografi (USG), serta tes HPV DNA untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini.

Topik Menarik