Pernyataan Terbaru Kak Seto usai Terseret Polemik Child Grooming Aurelie Moeremans

Pernyataan Terbaru Kak Seto usai Terseret Polemik Child Grooming Aurelie Moeremans

Berita Utama | inews | Jum'at, 16 Januari 2026 - 08:10
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerhati anak Kak Seto alia Seto Mulyadi kembali membuat pernyataan klarifikasi usai namanya terseret dalam polemik child grooming Aurelie Moeremans. Seperti apa pernyataan Kak Seto terbaru?

Artis Aurelie Moeremans membuat geger masyarakat gegara pengakuannya menjadi korban child grooming saat usianya masih 15 tahun. Kisah kelam masa lalu tersebut dituangkan Aurelie ke dalam buku Broken Strings yang kemudian viral.

Di dalam buku tersebut dijelaskan kalau orang tua Aurelie Moeremans sejatinya telah melaporkan kasus child grooming ini ke Komnas Perlindungan Anak yang dipimpin Kak Seto. Namun, laporan tersebut dikabarkan tidak digubris Kak Seto dan ini menjadi sorotan di masyarakat.

Hingga akhirnya Kak Seto kena 'rujak' netizen. Kisah cinta Kak Seto dengan Deviana Mulyadi dikuliti habis-habis oleh netizen, termasuk fakta pernikahan Kak Seto, yaitu dia menikahi seorang perempuan berusia 18 tahun. Hal ini memicu kemarahan netizen.  

Tahu bahwa begitu masif komentar buruk tentangnya, Kak Seto pun akhirnya menyampaikan pernyataan klarifikasi atas semua kegaduhan yang menyeret namanya. Seperti apa klarifikasi Kak Seto?

Klarifikasi Kak Seto yang Dituduh Abaikan Laporan Child Grooming Aurelie Moeremans di Masa Lalu

Kak Seto menyampaikan klarifikasi melalui unggahan Instagram. Dalam pernyataannya, dia mengatakan bahwa pernyataan ini disampaikan sebagai sikap resmi dan rujukan tunggal terkait isu yang tengah berkembang.

"Perlindungan anak selalu menjadi prioritas utama kami dan akan terus kami perkuat melalui refleksi, pembelajaran, dan perbaikan berkelanjutan," ujar Kak Seto, dikutip Jumat (16/1/2026).

Lebih detailnya, berikut ini pernyataan lengkap Kak Seto yang namanya ikut terseret dalam polemik buku Broken Strings Aurelie Moeremans:

Perlindungan Anak adalah Prioritas Utama. Refleksi, pembelajaran, dan komitmen ke depan.

Kami mengikuti dengan sungguh-sungguh diskusi publik yang berkembang, termasuk berbagai kutipan dan pernyataan di masa lalu yang kembali diangkat.

Perlu kami sampaikan bahwa praktik pendampingan anak serta pemahaman mengenai relasi kuasa, kerentanan remaja, dan dampak psikologis jangka panjang telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Oleh karena itu, refleksi atas praktik masa lalu kami jadikan sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan anak ke depan.

Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming.

Anak tidak pernah berada dalam posisi setara untuk diminta pertanggungjawaban atas relasi yang dibangun melalui tekanan, bujuk rayu, atau ketimpangan kuasa.

Kami menghormati keberanian siapa pun yang memilih untuk bersuara atas pengalaman masa lalunya, dan memandang suara tersebut sebagai pengingat penting agar sistem perlindungan anak terus diperbaiki dan diperkuat.

Kami mengajak seluruh pihak untuk menyikapi isu ini dengan empati, kebijaksanaan, dan fokus pada tujuan bersama: menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak Indonesia, hari ini dan di masa depan.

Salam hormat,
Kak Seto.

Pernyataan klarifikasi ini pun viral di media sosial. Netizen banyak yang menyayangkan sikap Kak Seto di masa lalu atas kasus yang menimpa Aurelie Moeremans. Namun, ada juga netizen yang memberi semangat untuk Kak Seto karena terus berjuang demi kebahagiaan anak-anak Indonesia. 

Topik Menarik