Pedagang Daging Jakarta Mogok Jualan Protes Harga Naik, Ini Respons Pramono

Pedagang Daging Jakarta Mogok Jualan Protes Harga Naik, Ini Respons Pramono

Terkini | inews | Kamis, 22 Januari 2026 - 12:19
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi ancaman mogok massal yang diserukan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta. Dia mengaku telah mengecek kondisi di lapangan.

Dia meyakini masih banyak pedagang daging yang tetap berjualan meskipun ada seruan mogok.

"Yang pertama, saya membaca berita itu dan saya sudah mengecek di lapangan. Memang ada keinginan, tetapi saya yakin tetap berjualan di Jakarta," ujar Pramono di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Menurut Pramono, keputusan para pedagang untuk tetap berjualan tidak ditentukan oleh asosiasi.

"Karena untuk berjualan di Jakarta itu juga menjadi bagian yang tidak semua asosiasi bisa melarang anggotanya untuk berjualan," kata Pramono.

Sebelumnya, Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta mengumumkan aksi mogok berjualan daging sapi di seluruh pasar tradisional dan Rumah Potong Hewan (RPH) se-Jabodetabek selama tiga hari. Aksi tersebut berlangsung mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Kebijakan mogok jualan itu tertuang dalam Surat Nomor 175/PABB-APDI/I/2026 tentang Aksi Berhenti Berjualan Seluruh Pasar dan RPH Se-Jabodetabek. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas melonjaknya harga sapi hidup di tingkat feedloter yang berdampak langsung pada kenaikan harga daging sapi di pasaran.

DPD APDI menilai hingga saat ini belum ada kepastian maupun jaminan stabilitas harga dari pemerintah. Kondisi ini membuat pedagang daging sapi eceran semakin tertekan karena harga jual tinggi tidak sebanding dengan daya beli masyarakat yang terus melemah.

Topik Menarik