Pelat Besi JPO di Jakarta Sering Digondol Maling, Ini Instruksi Pramono

Pelat Besi JPO di Jakarta Sering Digondol Maling, Ini Instruksi Pramono

Berita Utama | inews | Minggu, 25 Januari 2026 - 13:57
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung merespons soal pelat besi jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta yang kerap digondol maling. Pramono mengintruksikan agar pembangunan JPO baru tidak lagi menggunakan material besi.

Pramono beralasan, bahan tersebut kerap dicuri hingga berujung membahayakan keselamatan pengguna JPO. 

Hal itu dia sampaikan saat peletakan batu pertama atau groundbreaking JPO penghubung Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol, Minggu (25/1/2026).

"Jadi saya sudah minta kepada Dinas Bina Marga, semua JPO yang baru menggunakan wooden press yang nggak bisa lagi untuk diambil atau dicuri. Sebab memang yang memakai apakah itu besi atau yang lain-lain memang ada yang diambil," ujar Pramono.

Dalam kesempatan itu, Pramono mengajak warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jakarta. Sebab, fasilitas yang dibangun idiperuntukkan bagi kepentingan publik bukan pribadi.

"Saya juga memintalah sebenarnya kepada seluruh warga, siapa pun yang ambil itu, mbok jangan, karena ini untuk kepentingan publik, bukan untuk urusan orang per orang," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Pramono mengaku telah lama menginginkan adanya akses penghubung antara Ancol dengan JIS. Dia menceritakan adanya ego sektoral yang menjadi kendala dalam pembangunan JPO ini. Dia bahkan turun langsung menjembatani komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat.

"Ternyata problem yang paling utama untuk membuat JPO atau jembatan ini adalah ego sektoral yang berlebihan, padahal kalau dilihat di lapangannya sebenarnya nggak terlalu sulit. Untung saya bicara dengan Ancol, bicara dengan BTN (Bank Tabungan Negara), bicara dengan JakPro. Akhirnya bertemu lah," kata Pramono.

Dari pertemuan tersebut, Pramono menyebut pembangunan JPO tetap belum bisa segera dimulai. Salah satu kendalanya adalah soal penamaan jembatan tersebut, hingga akhirnya disepakati bernama 'JPO bersama BTN'.

"Itu pun masih belum segera bisa dimulai. Termasuk namanya pun mau JPO Ancol BTN JIS. Saya bilang nggak enak banget. Kenapa nggak JPO bersama BTN," ucap dia.

Topik Menarik