Cegah Banjir, Pramono bakal Buat Aturan Larangan Buang Sampah Sembarangan

Cegah Banjir, Pramono bakal Buat Aturan Larangan Buang Sampah Sembarangan

Terkini | inews | Senin, 26 Januari 2026 - 16:35
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai. Bahkan, ia menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan aturan larangan tersebut.

Awalnya, ia meminta agar masyarakat tak memperparah risiko banjir dengan buang sampah sembarangan. Terlebih, kondisi tata ruang Jakarta yang saat ini sulit diubah karena sudah terbentuk sejak lama. 

"Sekarang ini yang jadi problem di Jakarta ini kan tata ruangnya memang sudah dari waktu ke waktu untuk diubah itu sangat sulit sekali. Karena sudah given, termasuk di tempat ini (permukiman dekat Kali Sepak Kembangan)," kata Pramono usai meninjau pengerukan Kali Sepak Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).

Dengan realita tata ruang yang sudah padat, Pramono meminta jangan sampai diperburuk dengan perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Sebab hal ini akan memperburuk bila terjadi banjir.

"Nah yang jadi problem buat saya adalah jangan sampai tata ruangnya sudah padat ini, kemudian masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan," ucap dia. 

Dalam kesempatan itu, ia menginstruksikan agar Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah membuat aturan soal larangan membuang sampah sembarang. Agar warga menyadari bahaya membuang sampah sembarangan.

"Saya secara khusus sudah meminta kepada Ibu Wali Kota untuk disampaikan kepada warga kalau perlu dibuat peraturan agar warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama di tempat-tempat seperti ini," ucap Pramono.

Meski aturan belum diterbitkan, Pramono mengingatkan bahaya membuang sampah ke Kali Sepak Kembangan. Karena Kali tersebut terhubung ke aliran Cengkareng Drain.

"Sebab kalau ini pembuangan sampahnya masih dilakukan, maka akan mengganggu Cengkareng Drain dan juga akan mengganggu pintu-pintu yang selama ini kita kelola dan untuk itu kami memohon meminta kesadaran dari warga," ucapnya.

Topik Menarik